Transjakarta sematkan fitur pencegah kebakaran di sejumlah armada

Transjakarta sematkan fitur pencegah kebakaran di sejumlah armada

Penumpang menaiki Bus Metrotrans jurusan Bundaran Senayan menuju Harmoni di Senayan, Jakarta, Selasa (21/11/2017). (ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga)

Kudus, Jawa Tengah (ANTARA News) - PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) menambahkan fitur khusus pada beberapa unit bus untuk mengantisipasi bahaya kebakaran.

"Terutama untuk bus dengan jenis low entry, seperti Metrotrans, kami lengkapi dengan fitur untuk mencegah kebakaran," kata Direktur Utama PT Transjakarta Budi Kaliwono saat melakukan kunjungan di Pabrik Karoseri Nusantara Gemilang, Kudus, Jawa Tengah, Rabu.

Menurut dia, fitur tersebut bertujuan untuk melindungi bus, terutama mencegah kebakaran, sehingga kondisi bus menjadi lebih kuat dan tidak mudah terbakar.

"Kami tidak ingin insiden bus-bus Transjakarta yang terbakar itu terulang kembali. Oleh karena itu, kami tambahkan fitur tersebut pada bus baru berjenis low entry, seperti yang ada sekarang," ujar Budi. 

(Baca juga: Transjakarta datangkan 101 bus pada Juni)

Dia menuturkan fitur khusus pencegah kebakaran itu berupa tombol berwarna merah yang terletak di dekat stir pengemudi. Tombol tersebut dapat ditekan apabila ada tanda-tanda kebakaran.

"Kalau ada tanda-tanda kebakaran, atau ada percikan api, pengemudi bisa langsung menekan tombol tersebut untuk mematikan aliran listrik. Jadi, kebakaran bisa cepat dicegah," tutur Budi.

Di dalam tombol tersebut, dia mengungkapkan terdapat short cut yang dapat mematikan aliran listrik apabila terjadi kebakaran. 


Selain itu, sambung dia, bus-bus low entry tersebut juga dilengkapi dengan styrofoam anti bakar setebal 40 milimeter yang berfungsi untuk menahan suhu panas di dalam bus. Styrofoam itu diperkirakan bisa tahan hingga 15 tahun.

"Styrofoam itu tidak bisa terbakar dan berfungsi menahan panas, seperti cahaya matahari dan lain-lain. Styrofoam itu juga bisa mengurangi kebisingan, misalnya saat hujan, jadi tidak terlalu terdengar," ungkap Budi.


Pewarta:
Editor: Gilang Galiartha
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar