counter

Kecelakaan truk molen di Bogor tewaskan dua orang

Kecelakaan truk molen di Bogor tewaskan dua orang

Ilustrasi - Warga menyaksikan sebuah mobil sedan yang tertimpa truk molen pengangkut adukan semen di Serpong, Tangerang Selatan, Banten, Senin (29/2). Menurut keterangan sejumlah saksi di tempat kejadian, kecelakaan tersebut dipicu ugal-ugalan supir truk meski tidak ada korban jiwa dalam kecelakan tersebut. (ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal)

Bogor (ANTARA News) - Kecelakaan lalu lintas terjadi di Jalan KH Abdullah Bin Nuh, Kota Bogor, Jawa Barat menewaskan dua penumpang angkot yang tertimpa truk molen atau bermuatan semen, Sabtu.

Peristiwa kecelakaan terjadi sekitar pukul 10.30 WIB, kendaraan truk Hino Molen dengan nomor polisi B 9845 TIN bertabrakan dengan angkot dengan nomor polisi F 1962 YV.

"Korban meninggal dunia keduanya adalah penumpang angkot," kata Kasat Lantas Polresta Bogor Kompol Bramastyo Priaji.

Kronologi kecelakaan terjadi saat kendaraan truk Hino Molen melintas di Jalan KH Abdullah Bin Nuh, datang dari arah Yasmin menuju arah Bubulak. Ketika melintas dekat jembatan panjang, diduga pengemudi kurang menjaga jarak aman, kemudian menabrak angkot yang melintas.

"Angkot selanjutnya berputar dan kemudian tergencet kendaraan truk Hino yang terguling," kata Bram. 


Selain menewaskan dua orang penumpang angkot, kecelakaan tersebut juga melukai empat orang lainnya. Seluruh korban telah dievakuasi, korban meninggal dunia dibawa ke RSUD Ciawi, sedangkan korban luka-luka dilarikan ke rumah sakit terdekat yakni RSIA Hermina, Yasmin.

Adapun korban meninggal dunia teridentifikasi bernama Karna usia 50 tahun, pekerjaan pedagang, alamat Cibanteng, Babengket RT 02/02 Kelurahan Cihideung Udik, Kecamatan Ciampea. Korban kedua bernama Aca umur 63 tahun pekerjaan buruh dengan alamat sama dengan korban pertama.

Akibat peristiwa tersebut arus lalu lintas di Jl KH Abdullah Bin Nuh mengalami hambatan, saat ini petugas masih berupaya mengevakuasi badan truk yang terguling. 


Pewarta:
Editor: Gilang Galiartha
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar