Ditemukan pohon langka, perlu tangan 8 orang untuk ukur diameternya

Ditemukan pohon langka, perlu tangan 8 orang untuk ukur diameternya

Kelompok pemuda pecinta lingkungan Forum Komunitas Hijau (FKH) Citra Sanggam Balangan, Kabupaten Balangan, menemukan sebuah pohon teramat besar saat jelajah hutan di Kecamatan Halong. Pohon ini sampai memerlukan delapan orang untuk mengelilinginya. (Hasan Zainuddin/Antara Kalsel)

Paringin, Kalimatan Selatan (ANTARA News) - Kelompok pemuda pecinta lingkungan Forum Komunitas Hijau (FKH) Citra Sanggam Balangan, Kabupaten Balangan, menemukan sebuah pohon teramat besar saat jelajah hutan di Kecamatan Halong.

Pohon itu begitu besar sampai untuk mengelilinginya pun memerlukan paling sedikit delapan orang untuk berpegangan tangan, kata Ketua FKH Citra Sanggam Balangan, Fahnor, di Desa Panggung, Paringin Selatan, Senin.

Pohon ini ditemukan tak sengaja ketika anak-anak muda FKH menjelajah hutan untuk mengindentifikasi tanaman buah-buahan endemik Kalimantan di kecamatan ini.

Setelah melihat sebuah pohon menjulang sangat tinggi, mereka spontan mendekati pohon yang setelah didekati memang sangat besar.

Para pemudia ini tak mengetahui jenis pohon tersebut tetapi diperkirakan pohon ini adalah pohon kusi.

Pohon ini disarangi lebah di atasnya karena ada bagian-bagian pohon yang berbekas orang naik, diberi paku dan bekas sabetan parang sebagai pijakan untuk menaiki pohon.

"Kita sempat berfoto di pohon yang tepatnya berada di Desa Mentuyan," kata Adie, anggota FKH Cita Sanggam yang ikut dalam penjelasan.

Pecinta lingkungan ini meminta pohon itu dilestarikan karena warisan alam yang tertingal dan diperkirakan berusia ratusan tahun.

Mereka berharap pemilik lahan ikut memelihara tanaman langka itu untuk anak cucu, baik untuk  pendidikan maupun penelitian.

Mereka juga mengharapkan Pemerintah Kabupaten Balangan dan Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan memperhatikan pohon itu, kalau perlu dibeli untuk dilestarikan.

Baca juga: Pohon langka berumur 170 tahun ditebang

Pewarta: Sukarli
Editor: Jafar M Sidik
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Petualangan Owa Kalimantan hadir di buku cerita digital

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar