Bulan Sabit Merah siapkan evakuasi medis dari Ghouta Timur

Bulan Sabit Merah siapkan evakuasi medis dari Ghouta Timur

Anggota Pertahanan Sipil Suriah menolong perempuan yang tidak sadarkan diri dari sebuah tempat perlindungan di kota Douma yang terkepung di bagian timur Ghouta, Damaskus, Suriah, Kamis (22/2/2018). (REUTERS/BASSAM KHABIEH)

Pos pemeriksaan Wafideen, Suriah (ANTARA News) - Bulan Sabit Merah bersiap mengevakuasi orang-orang yang sangat membutuhkan perawatan medis dari Ghouta Timur, Suriah, Selasa (13/3).

Faksi pemberontak yang menguasai kota utama Ghouta Timur, Douma, dan seorang sumber militer mengatakan pasien akan dievakuasi dari daerah kantong yang dikuasai pemberontak di dekat Damaskus itu pada Selasa.

"Sekelompok orang dengan kasus medis kritis akan dievakuasi bersama dengan orang yang menemani mereka melalui Wafideen" ke wilayah yang dikuasai pemerintah, kata kepala kantor politik Jaish al-Islam, Yasser Delwan.

Pada Senin, kelompok tersebut mengumumkan kesepakatan "dengan Rusia melalui PBB... untuk evakuasi korban luka dalam beberapa gelombang agar mereka dapat dirawat di luar Ghouta."

Di pos pemeriksaan Wafideen, seorang reporter AFP melihat ambulans Bulan Sabit Merah Suriah siaga. Dia melihat koordinator urusan kemanusiaan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di Suriah, Ali al-Zaatari, tiba.

Seorang sumber militer di pos pemeriksaan tersebut mengonfirmasi "evakuasi hari ini untuk korban luka dan mereka yang mengalami kasus medis parah bersama dengan sejumlah warga sipil". Namun, "tidak akan ada petempur yang pergi hari ini," imbuhnya, tanpa memberikan keterangan lebih lanjut.

Pada Senin, PBB menyatakan bahwa seribu orang lebih, kebanyakan perempuan dan anak, sangat membutuhkan evakuasi medis dari Ghouta Timur.

Lebih dari 1.180 warga sipil tewas sejak pasukan pemerintah Suriah melancarkan serangan udara dan darat ke daerah kantung itu pada 18 Februari menurut kelompok pemantau Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia yang berbasis di Inggris.

Sekitar 400.000 warga Ghouta Timur sudah hidup dalam kepungan pasukan pemerintah sejak 2013, menghadapi kekurangan pangan dan obat parah bahkan sebelum serangan terkini, demikian menurut siaran kantor berita AFP. (mr)

Baca juga:
84 pasien diprioritaskan untuk diungsikan dari Ghouta, Suriah
Bentrok berkecamuk di Ghouta Timur meski ada jeda kemanusiaan

Pewarta:
Editor: Maryati
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar