counter

Tim kecil sepakat dibentuk guna selesaikan kasus masjid Sentani

Tim kecil sepakat dibentuk guna selesaikan kasus masjid Sentani

Dokumentasi - Anggota LMR RI (Lembaga Missi Reclassering Republik Indonesia) beragama Kristen sukarela menjaga jalannya salat Idul Adha di Masjid Agung Al Aqsa Sentani, Kabupaten Jayapura, Papua pada Selasa (15/10) menunjukkan tingginya toleransi beragama di Bumi Cenderawasih. (ANTARA FOTO/Dian Kandipi)

Jakarta (ANTARA News) - Pemerintah Kabupaten Jayapura menggelar Rapat Koordinasi Forum Komunikasi Umat Beragama (FKUB) guna membahas polemik pembangunan menara Masjid Al Aqsha Sentani dengan salah satunya membentuk sebuah tim kecil.

"Tadi kita semua sudah sepakat untuk membentuk tim kecil hanya untuk menyelesaikan persoalan menara Masjid Al Aqsha dengan target penyelesaian dalam waktu tiga hari. Tim tersebut diambil dari perwakilan PGGJ, MUI, FKUB dan beberapa tokoh lintas agama," kata Bupati Jayapura Mathius Awoitauw dalam laman kemenag.go.id, Selasa.

Pertemuan Senin kemarin itu berlangsung di Aula Pemkab Jayapura dengan diikuti pimpinan Forkopimda Kabupaten Jayapura, Kakanwil Kemenag Provinsi Papua, Pimpinan dan Anggota MRP, DPRP, DPRD serta seluruh tokoh agama, tokoh adat, perwakilan masyarakat, utusan TNI dan POLRI.

Pertemuan itu menyepakati pembentukan tim pimpinan Mathius untuk menangani persoalan pembangunan menara Masjid Agung Al Aqsha Sentani. Tim akan segera bekerja mencari solusi terbaik dalam mengatasi persoalan tersebut.

Dia mengatakan tim terlebih dulu akan fokus kepada persoalan pembangunan menara Masjid Agung Al Aqsha, meski Persekutuan Gereja-Gereja di Kabupaten Jayapura (PGGJ) mengeluarkan beberapa tuntutan.

"Semua yang disampaikan itu akan kita bicarakan tapi secara baik supaya semua dapat kita selesaikan tanpa menyinggung pihak lain," katanya.

Mathius meminta setiap pihak yang tidak berkepentingan untuk menahan diri sehingga masalah ini dilokalisir hanya di Kabupaten Jayapura.

Baca juga: Menag minta masalah Masjid Al Aqsa di Papua diselesaikan lewat musyawarah


 

Pewarta:
Editor: Jafar M Sidik
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar