Warga khawatirkan pembangunan PLTU Batu bara di pantai Teluk Sepang

Warga khawatirkan pembangunan PLTU Batu bara di pantai Teluk Sepang

Warga yang tergabung dalam Jaringan Tanpa Asap Batubara Indramayu (Jatayu) melakukan aksi unjuk rasa di depan Dinas Lingkungan Hidup, Bandung, Jawa Barat, Selasa (3/4/2018). Dalam aksinya mereka menolak rencana pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Batu bara II karena berdampak kepada rusaknya kesehatan dan lingkungan sekitar PLTU. (ANTARA /M Agung Rajasa)

Bengkulu (ANTARA News) - Warga Kelurahan Teluk Sepang, Kota Bengkulu mengharapkan wali kota-wakil wali kota yang terpilih pada pemilihan kepala daerah Juni 2018 dapat memprioritaskan perbaikan kualitas lingkungan, terutama di kelurahan rawan bencana gempa dan Tsunami itu.

"Kami mengharapkan wali kota yang terpilih adalah yang punya misi dan visi memperbaiki kualitas lingkungan, terutama di pesisir ini yang rawan gempa dan tsunami," kata Konstan, warga Kelurahan Teluk Sepang, Bengkulu, Senin.

Ia mengatakan, selama ini masyarakat Kelurahan Teluk Sepang yang berbatasan dengan Kabupaten Seluma hanya diberikan janji-janji politik namun kenyataannya semakin terpinggirkan.

Apalagi dengan pembangunan pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) batu bara di sekitar permukiman mereka dikhawatirkan akan menimbulkan dampak buruk, terutama bagi kesehatan warga.

"Karena dari yang kami pelajari, PLTU batu bara akan mengeluarkan banyak debu yang mencemari udara yang akan kami hirup," ucapnya.

Masyarakat, kata Konstan, bukan menentang pembangunan, namun bila dampaknya lebih banyak merugikan masyarakat maka mereka meminta pemerintah meninjau ulang atau memindahkan proyek tersebut.

Selain keresahan terhadap debu, pembangunan PLTU batu bara yang persis di tepi Pantai Teluk Sepang juga dikhawatirkan mengganggu kawasan hijau yang menjadi pertahanan alami dari ancaman tsunami.

Apalagi pemerintah telah membangun gedung shelter tsunami di kelurahan itu yang sewaktu-waktu digunakan untuk penyelamatan diri bila gempa disusul tsunami terjadi.

"Bagaimana kami mempersiapkan diri untuk penyelamatan diri bila hutan pantai yang menjadi pertahanan sudah dibabat untuk membangun PLTU," ucapnya.

Warga lainnya, Edward mengharapkan wali kota dan wakil wali kota yang baru dapat memberikan jaminan kualitas lingkungan dan kenyamanan bagi masyarakat di kelurahan yang berada di sekitar kawasan industri Pelabuhan Pulau Baai itu.

Empat pasangan calon wali kota dan wakil wali kota Bengkulu akan bertarung pada pemilihan kepala daerah pada Juni 2018 mendatang. Keempat pasangan tersebut yakni Helmi Hasan-Dedy Wahyudi, Patriana Sosialinda-Mirza, Erna Sari Dewi-Ahmad Zarkasi dan David Suardi-Baksir.

Baca juga: Pemkot Bengkulu segel bangunan PLTU Teluk Sepang

Pewarta: Helti Marini S
Editor: AA Ariwibowo
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Idrus Marham akui kenal Samin Tan

Komentar