Laporan dari Tiongkok

Merasakan atmosfir teknologi di kota Jiaxing

Merasakan atmosfir teknologi di kota Jiaxing

Ilustrasi - Perusahaan teknologi di China. (FOTO ANTARA/Audy Alwi)

Jiaxing (ANTARA News) - Kota Jiaxing terletak di bagian Utara di Provinsi Zhejiang, China bagian Timur.

Terletak tepat di posisi Grand Canal of China, Jiaxing berbatasan langsung dengan Hangzhou di Barat Daya, Huzhou di Barat, Shanghai di Timur Laut dan Provinsi Jiangsu di Utara.

Jiaxing adalah kota yang sangat penting di Delta Sungai Yangtze dan Kawasan Metropolitan Area, pusat Hangzahou Bay Rim Area dan Kawasan Metropolitan Hangzhou.

Secara historis, ketika 2.000 tahun lalu saat pemerintahan Dinasti Qin, Jiaxing telah diberkahi dengan kekayaan alam, sehingga dijuluki "Tanah Susu dan Madu" dan "Rumah Sutra".

Berjarak 92 kilometer dari Kota Shanghai, Jiaxing menawarkan atmosfir yang sangat berbeda.

Jika di Shanghai para pelancong disuguhi gemerlap lampu cahaya yang kelap-kelip khas kota metropolitan yang sangat padat, berbeda di Jiaxing yang cenderung sepi dan sunyi.

Para pelacong tidak akan merasakan hingar-bingar seperti di Shanghai atau Beijing, tetapi Jiaxing adalah kota yang sarat akan teknologi.

Terdapat sejumlah industri dan lembaga penelitian yang berpusat di Kota Jiaxing, seperti pusat perakitan telepon selular, tablet dan laptop PT Wingtech Communications; Jiaxing Science City, Zhejiang Institute of Advanced Technology, Chinese Academic of Science dan Zhejiang Future Technology Institute.

PT Wingtech Communications adalah perusahaan yang bergerak dalam perakitan perangkat keras gawai, seperti telepon pintar, tablet laptop dan komputer.

Produk utamanya adalah printed circuit board (PCB) yang melayani sejumlah merk baik merk China maupun dari negara barat, yang sangat akrab bagi pengguna gawai, terutama masyarakat Indonesia, seperti Xiaomi, Huawei, Lenovo, LG, Vodafone, Motorola dan lainnya.

Bukan hanya itu, perusahaan manufaktur itu juga memproduksi perangkat keras untuk kamera pengintai (CCTV), pengisi daya mandiri (power bank), pengeras suara, kamera ponsel pintar dan lainnya.

Factory Quality Section Chief of Wingtech Communications Group Limited Co Liu Xiaoqing mengatakan pihaknya telah melayani pembuatan perangkat keras ebih dari merk 10 merk gawai.

"Kami juga mengirimkan produk sampai Rusia dan Mexico," katanya.

Wingtech telah menjalin kerja sama di dengan sejumlah pemegang merk ternama dan industri tersebut telah melayani lebih dari 170 negara dan wilayah.

Perusahaan yang baru didirikan pada 2006 itu telah membukukan senilai menghasilkan 83,5 juta unit produk perangkat keras gawai sepanjang 2017 atau meningkat dari 2016, yaitu 65,50 juta unit.

Pabrik di Jiaxing sendiri berdiri di atas lahan seluas 140.000 meter dengan lebih dari 13.000 karyawan.

Sementara itu, cabang di kota lain, seperti di Shenzhen, tercatat 800 karyawan, Xian 300 karyawan, Shanghai R&D center 1.100 karyawan.



Pusat Pengkajian Teknologi

Tidak jauh dari lokasi Wingtech Communiacations, terdapat salah satu lembaga penelitian yang terbesar dari 56 lembaga penelitian di China, yatu Zhejiang Institute of Advanced Technology, Chinese Academic of Science.

Zhejiang Institute of Advanced Technology (ZIAT) didirikan oleh Pemerintah Provinsi Zhejiang, Chinese Academy of Sciences (CAS) dan Pemerintah Kota Jiaxing pada 23 November 2004.

Dengan dukungan 24 lembaga penelitian CAS, ZIAT saat ini sudah memiliki 25 pusat teknik, tiga lembaga khusus, tiga media (platform) pelayanan publik di Provinsi Zhejiang dan laboratorium utama di Kota Jiaxing.

Dari bantuan tenaga peneliti CAS, ZIAT telah menghasilkan 63 start up dengan teknologi tinggi dengan modal yang dimiliki saat ini mencapai 161,15 juta yuan.

Selain itu, dari penelitian inkubasi ZIAT berhasil meraup 719 juta yuan dari penjualan dan menghasilkan pendapatan hingga 93,87 juta yuan.

Deputy Party Secretary ZIAT CAS Lu Yong menuturkan peningkatan yang sangat cepat di lembaga tersebut dikarenakan maraknya permintaan dalam penelitian dan pengembangan teknologi di China.

"Apabila suatu negara sudah menghasilkan PDB 10.000 dolar AS, maka permintaan akan penilitan, pengkajian dan pengembangan teknologi sangat banyak," katanya.

Karena itu, perkembangan yang pesat bukan karena sokongan dana dari pemerintah, tetapi karena banyaknya permintaan.

Lu menjelaskan pada awalnya lembaga tersebut mendapatkan subsidi dari pemerintah, namun saat ini sudah independen dan bahkan menyumbang ke kas pemerintah sebesar 10 juta yuan per tahun.

Jadi, saat ini ZIAT CAS sudah independen dengan pendapatan 150 juta yuan untuk operasional lembaga serta menggaji lebih dari 600 peneliti, di mana 120 peneliti dengan gelar doktor dan 130 peneliti dengan gelar master.

"Pendapatan kita sudah cukup untuk kegiatan operasional dan tidak lagi mendapatkan subsidi dari pemerintah," katanya.

Terdapat tujuh fokus penelitian di ZIAT CAS, di antaranya komunikasi elektronik, internet, energi baru, komponen baru, kimia ramah lingkungan (green chemistry), pertanian modern, pembibitan beras dan lingkungan.

Lu menyebutkan sebanyak 70 perusahaan yang bekerja sama dalam menggunakan jasanya dalam peneilitian.

Dia menambahkan yang menjadi fokus tujuannya adalah bukan teknologi untuk produk yang murah, tetapi produk dengan kualitas yang tinggi.

Lembaga penelitian yang berpusat di Kota Jiaxing, yaitu Zhejiang Future Technology Institute (ZFTI) yang juga didirikan oleh pemerintah daerah setempat.

Pada awalnya, dalam sebuah survei di Laboratorium Tsinghua, pemimpin Departemen Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Zhejiang dan Pemerintah Kota Jiaxing meneliti tentang teknologi video stereoskopik yang memiliki tingkat keakuratan paling tinggi di dunia.

Terutama, dalam bidang rekonstruksi dan proyek penelitian tentang instumen mikroskopik ilmu otak yang menjadi bidang penelitian yang paling banyak dilakukan di dunia.

Untuk mendukung perkembangan ekonomi daerah, mereka menyerahkan proposal untuk mengganti pencapaian teknologi menjadi tenaga produktif di Jiaxing.

Akhirnya pada Februari 2017, ZFTI didirikan oleh Pemerintah Kota Jiaxing, bersama dengan Pemerintah Distrik Nanhu dan Yangtze Delta Region Institute of Tsinghua University.

Asisten Manajer Pusat Penelitian ZFTI Dai Huihui mengatakan lembaga tersebut bertujuan untuk menggali model baru kerja sama antara universitas, institusi dan daerah dalam inovasi dan bisnis.

Produk-produk penelitian yang dihasilkan, di antaranya teknokogi 3D televisi, alat pembuat gerak film animasi secara real time, mikroskop, alat pembelajaran lalu lintas bagi anak, sensor anti-gangguan pantograf kereta rel listrik, alat pencari tahu bahan dari suatu benda dan lainnya.

"Visi kami adalah future media, future intelligence, future life yang bertujuan untuk menjadi pusat inovasi dan bisnis baru," katanya.

Saat ini ZFTI telah menghasilkan 100 juta yuan untuk mempromosikan industrialisasi pencapaian teknologi dan ditargetkan dana tersebut akan meningkat hingga 300-500 yuan dalam tiga tahun ke depan.

Pewarta:
Editor: Unggul Tri Ratomo
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar