Profil singkat Laksamana TNI Siwi Sukma Adjie

Profil singkat Laksamana TNI Siwi Sukma Adjie

Laksamana Madya (TNI) Siwi Sukma Adji di Istana Negara, Jakarta pada Rabu (23/5/2018). Presiden Joko Widodo mengangkat Laksamana Madya Siwi sebagai Kepala Staf Angkatan Laut menggantikan Laksamana Ade Supandi. (Bayu Prasetyo)

Jakarta (ANTARA News) - Laksamana (TNI) Siwi Sukma Adjie telah dilantik sebagai pejabat ke-26 Kepala Staf TNI AL oleh Presiden Joko Widodo, di Istana Negara, Jakarta, Rabu.

Adjie adalah alumnus Akademi Angkatan Laut angkatan 30/1985. TNI AL merupakan institusi militer Indonesia yang sangat penuh dengan tradisi internal dan internasional yang sampai saat ini tetap dianut mereka. "Disiplin, Hirarki, dan Kehormatan Militer" adalah Trisila yang ada di dalam TNI AL.  

Di dalam menyebut tahun kelulusan, sebagai misal, mereka menyebut angka "tahun generasi" ketimbang tahun kelulusan.
Terlepas dari prerogatif presiden sebagai kepala negara dan pemimpin paling puncak TNI, tradisi itu juga berlaku dalam hal perjalanan karir seorang perwira tinggi yang menjadi kepala staf TNI AL.

Sejarah mencatat, terkecuali para kepala staf TNI AL pada masa-masa awal pembentukan, semua kepala staf TNI AL merupakan perwira tinggi yang pernah menjadi panglima Komando Armada Indonesia Kawasan Barat/Timur, atau panglima Komando Lintas Laut Militer TNI AL, serta menjadi asisten kepala staf TNI AL atau asisten panglima TNI. Di antara jabatan-jabatan itu, mereka bisa saja mengisi posisi di lembaga-lembaga pendidikan.

Dengan begitu, pengalaman penugasan dan bidang penugasan menjadikan mereka matang dan cakap untuk mengemban tugas sebagai kepala staf TNI AL. Demikian juga dengan Adjie yang terlahir di Cimahi, Jawa Barat, pada 14 Mei 1962. Ia menggantikan seniornya, Laksamana TNI Ade Supandi, yang akan pensiun pada 1 Juni nanti. 

Diurut mundur, Adjie sebelum ini adalah komandan jenderal Akademi TNI (29 September 2017-23 Mei 2018). Sebelumnya lagi, dia adalah asisten perencanaan umum panglima TNI dan panglima Komando Armada Indonesia Kawasan Barat (di sini dia menggantikan rekan satu angkatannya, Laksamana Madya TNI Achmad Taufiqoerrachman).  
 
.


 
Sebelum "pindah" ke Komando Armada Indonesia Kawasan Barat, dia lama meniti karir di Komando Armada Indonesia Kawasan Timur, dengan jabatan puncak di sana sebagai kepala staf panglima Komando Armada Indonesia Kawasan Timur, setelah sebelumnya menjadi komandan Gugus Tempur Komando Armada Indonesia Kawasan Timur. 

Jauh sebelum itu, saat dia selesai menempuh pendidikan lanjutan setelah lulus Akademi TNI AL, Adjie mendapat penugasan pertamanya sebagai perwira Departemen Kesenjataan dan Bahari di KRI Oswald Siahaan-354, kepala Departemen Operasi KRI Untung Surapati-372, dan perwira pelaksana di KRI Teluk Sampit-515, dan kemudian memegang komando penuh pertama kali sebagai komandan di kapal penyapu ranjau kelas Kondor. 

Setelah itu, beberapa kali dia menjadi komandan kapal perang, yaitu KRI Sultah Thaha Syaifuddin-376, dan KRI Nala-363. DI TNI AL, personel pengawak kapal perang memang bisa ditugaskan di berbagai jenis dan kelas kapal perang, apakah itu kelas korvet, penyapu ranjau, tanker, pendarat amfibi, kapal riset-hidrografi, kapal selam, dan lain sebagainya. Tentu setelah mendapat pendidikan memadai untuk itu semuanya.

Sampai akhirnya pada hari ini, Jokowi melantik Adjie menggantikan Supandi berdasarkan Keppres Nomor 43 TNI/2018 Tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Kepala Staf Angkatan Laut yang dibacakan Hendradi.

Masih pada upacara yang sama, setelah melantik dia, Jokowi kemudian menaikkan pangkatnya setingkat lebih tinggi menjadi laksamana berdasarkan Keppres Nomor 44 TNI/2018. Dengan demikian, begitu selesai rangkaian upacara itu, Adjie memakai tanda pangkat empat bintang di bahu kanan dan kirinya. 

Tentang nama-nama calon penggantinya, saat itu Supandi pernah berujar kepada para jurnalis yang meliput Rapat Pimpinan TNI AL 2018, di Markas Besar TNI AL Cilangkap, Jakarta Timur. Dari atas podium besar, dia sempat menyinggung calon penggantinya, yang adalah salah satu dari lima perwira tinggi bintang tiga yang berdiri di belakangnya. 

Yang dia maksud itu adalah Kepala Staf Umum Panglima TNI, Laksamana Madya TNI Didiet Herdiawan, Wakil Kepala Staf TNI AL, Laksamana Madya TNI Taufiqoerrachman, Komandan Jenderal Akademi TNI, Siwi Adjie, Komandan Sekolah Staf dan Komando TNI, Letnan Jenderal TNI (Marinir) Trusono, dan Kepala Badan Keamanan Laut, Laksamana Madya TNI Arie Sudewo. 

Pewarta: Bayu Prasetyo
Editor: Ade P Marboen
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar