Selama Ramadhan tak perlu bayar di klinik ini, cukup baca satu juz Alquran

Selama Ramadhan tak perlu bayar di klinik ini, cukup baca satu juz Alquran

Ilustrasi - Umat Islam membaca Alquran saat Ramadhan di Masjid Raya Bandung, Jawa Barat, Rabu (23/5/2018). (ANTARA FOTO/M Agung Rajasa)

Cianjur, Jawa Barat (ANTARA News) - Cukup membaca satu juz Alquran orang sudah mendapatkan pelayanan kesehatan secara penuh dari klinik kesehatan Harapan Sehat di Kecamatan Cilaku, Cianjur.

"Selama Ramadhan, warga yang akan berobat cukup membacakan satu juz saja, sudah mendapat pelayanan dan penanganan kesehatan. Program ini sudah hampir sembilan tahun kami jalanan selama bulan Ramadhan," kata dr Yusuf Nugraha, pemilik klinik ini, kepada wartawan, Jumat.

Dia menjelaskan, program layanan gratis ini berawal dari banyaknya pasien yang tidak mampu membayar biaya pengobatan saat bulan Ramadhan. Klinik ini akhirnya memberikan keleluasaan kepada penggunanya dengan membayar cukup dengan membaca Alquran.

Untuk pembacaan satu juz itu tidak harus pasien yang melakukannya, karena bisa diwakilkan keluarga atau kerabat pasien. Setiap hari, tambah dia, klinik ini dapat melayani 15 sampai 20 orang pasien.

"Kami merasa bersyukur masih dapat berbagi dengan sesama terutama pada saat bulan yang penuh berkah ini. Kegiatan berobat gratis dengan membaca ayat suci ini berlaku sampai habis Ramadhan," kata Yusuf.

Klinik ini memang terkenal sangat humanistis. Klinik ini bahkan hanya meminta imbalan tiga botol plastik bekas kepada pasien yang berusaha mendapatkan pelayanan dan pengobatan mereka.

Imas Maslamah, keluarga pasien yang diobati di klinik ini, mengaku sangat terbantu dengan  program layanan kesehatan yang diberikan klikin ini karena cukup membayar dengan membaca ayah suci Alquran.

"Ini cukup menggugah agar warga selalu membaca ayat suci di mana pun berada. Program klinik Harapan Sehat, selalu meringakan warga yang membutuhkan terutama warga yang tidak mampu cukup membayar dengan tiga botol plastik bekas," kata Imas.

Pewarta:
Editor: Jafar M Sidik
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar