Jakarta (ANTARA News) - Tim Otoritas Umum Penerbangan Sipil (GACA) Arab Saudi akhirnya memilih PT Garuda Indonesia sebagai sampel untuk verifikasi audit kondisi keselamatan penerbangan di Indonesia, menyusul keraguan negara itu terkait larangan terbang maskapai Indonesia oleh Uni Eropa sejak 6 Juli 2007. "Garuda dipilih karena sejak awal, mereka dalam suratnya cukup `concern` dengan Garuda," kata Kepala Komunikasi Publik (Kapuskom), Departemen Perhubungan, Bambang S. Ervan saat dihubungi di Jakarta, Rabu. Menurut Bambang, pemilihan Garuda sebagai sampel audit karena Arab Saudi berkepentingan langsung terhadap BUMN Penerbangan itu. "Maskapai yang terbang ke Arab, baik reguler maupun haji, kan Garuda. Jadi, wajar mereka berkepentingan untuk melihat aspek keselamatan penerbangan Garuda," kata Bambang. Bambang juga mengaku, tim GACA (General Authority of Civil Aviation) mulai melakukan verifikasi audit di Garuda mulai hari ini (1/8). "Saya dengar mereka juga ke GMF (Garuda Maintenance Facility)," katanya. Hanya saja, Bambang menggarisbawahi bahwa kegiatan mereka tak mau diliput oleh media massa secara langsung karena mereka adalah tim teknis dan tidak berkompeten untuk memberikan keterangan. "Bukan tertutup, tetapi secara prosedur memang tidak memungkinkan," kata Bambang. Sementara itu, Kepala Komunikasi Perusahaan Garuda, Pujobroto, menegaskan pihaknya dipilih oleh GACA sebagai sampel audit verifikasi karena Garuda merupakan satu-satunya maskapai penerbangan dari Indonesia yang terbang ke Saudi, baik penerbangan reguler maupun penerbangan haji. "Garuda saat ini juga merupakan satu-satunya maskapai yang berada pada peringkat satu di Indonesia dari segi tingkat kepatuhan kepada aturan keselamatan penerbangan. Karena itu, mereka ingin lihat langsung," kata Pujobroto. Selain itu, lanjut Pujobroto, Garuda selama ini telah menjalin hubungan yang baik dan konstruktif dengan GACA. "Tim GACA datang ke Indonesia dengan terbang dari Jedah juga menggunakan pesawat Garuda," katanya. Ditanya kegiatan pemeriksaan apa saja yang dilakukan GACA ke Garuda, Pujobroto mengatakan pemeriksaan yang dilakukan oleh GACA meliputi aspek operasional penerbangan, aspek teknik atau program perawatan pesawat, kelaikudaraan pesawat dan program keselamatan penerbangan Garuda. Tim yang terdiri lima orang GACA dan satu orang misi teknisi ICAO di Arab Saudi itu, sebelumnya telah diterima dan melakukan pertemuan secara tertutup dengan Dirjen Perhubungan Udara, Budhi M Suyitno. Mereka adalah Berenji M. Rashad, Rashad Abdel Rahman, Abdulaziz Nagadi, Mashour, Khalid A Saggaf, Ahmed Ali dan Mr. Gerrad (ICAO/International Civil Aviation Organization). Verifikasi audit yang mereka lakukan, kata Budhi M. Suyitno adalah secara umum seperti yang dilakukan Federal Aviation Administration (FAA) dengan petunjuk sesuai dengan standar ICAO. "Mereka akan lakukan verifikasi audit dengan `guidance` (petunjuk) USOAP (universal safety oversight audit programe) ICAO," kata Budhi.(*)

Pewarta:
Editor: Heru Purwanto
Copyright © ANTARA 2007