DKI promosikan musik nusantara ke Dubes

DKI promosikan musik nusantara ke Dubes

Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan pada acara Panggung Musik Nusantara –”Road to Indonesia Music Expo (IMEX) di Pendopo Balai Kota DKI Jakarta, Sabtu malam (14/07/2018). Susylo Asmalyah/Antara

Jakarta (ANTARA News) - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta kembali menggelar acara panggung musik nusantara "Road to Indonesia Music Expo (IMEX)" mempromosikan beragam musik nusantara kepada para duta besar (Dubes) negara sahabat di Pendopo Balai Kota DKI Jakarta, Sabtu malam.

Acara tersebut dihadiri para Dubes negara sahabat seperti Turki, Saudi Arabia, Mesir, dan Venezuela serta perwakilan dari Kedutaan Besar Singapura, Qatar, Malaysia, Vietnam, dan Ukraina.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan sangat mengapresiasi dan mengatakan Panggung Musik Nusantara IMEX ini merupakan gelaran manifestasi seluruh ragam budaya musik Nusantara dalam satu panggung.

Musik-musik etnik lokal Tanah Air tersajikan apik dan penuh kreasi oleh musisi-musisi andal asal Indonesia yang berskala internasional.

"Setelah gelaran ini dapat terbangun jaringan atau kerja sama dari berbagai pihak dan negara-negara sahabat, utamanya dalam mempromosikan budaya musik Nusantara ini," kata Anies.

Sehingga dapat saling berbagi pengalaman dan sharing keterampilan untuk menyelenggarakan acara atau event yang berbeda yang dipadukan dengan budaya musik Nusantara ini, katanya.

"Kami percaya bahwa setelah pertunjukan ini Insya Alloh kita dapat mempromosikannya, membuat orang tahu tentang mereka. Dan ekspresi musik di balik itu, ada ide, yang mengakumulasi pengetahuan dan pengalaman orang-orang di Indonesia," kata Anies.

Gubernur juga menjelaskan keragaman budaya musik Nusantara yang merupakan identitas bangsa, maka harus terus dilestarikan dan digaungkan. Untuk itu, Pemprov DKI Jakarta turut mendukung dan memperkenalkannya kepada negara-negara lain melalui perwakilannya di Jakarta.

"Malam ini, kami menyelenggarakan Panggung Musik Nusantara kedua kalinya. Indonesia seperti yang kita semua tahu, memiliki bahasa internal lebih dari 700 kelompok etnik dan musik etnik lokal yang jumlahnya tidak terbatas," kata Anies.

Banyak dari musisi tersebut telah mencapai level kelas dunia. Sayangnya, mereka hanya diketahui oleh kalangan tertentu, katanya.

"Oleh karena itu, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mempromosikan musisi ini dan juga karya mereka kepada para hadirin dari berbagai negara," kata Anies.

Pewarta:
Editor: Ruslan Burhani
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar