Chepkoech pecahkan rekor dunia lari halang rintang di Monako

Chepkoech pecahkan rekor dunia lari halang rintang di Monako

Lomba Lari halang rintang 3000 meter putri (FOTO ANTARA/REUTERS/Steve Dipa)

Monte Carlo (ANTARA News) - Pelari Kenya Beatrice Chepkoech memecahkan rekor dunia atletik nomor lari 3.000 meter halang rintang putri dengan perbedaan waktu lebih dari delapan detik di Kejuaraan Atletik Liga Diamond di Monaco, Sabtu WIB.

Chepkoech, 27 tahun, yang tahun lalu juga tercepat di dunia, mencatat waktu delapan menit 44,32 detik, memecahkan rekor sebelumnya delapan menit 52,78 detik yang diciptakan pelari Bahrain Ruth Jebet pada 2016, lapor Reuters.

"Saya sangat gembira. Saya katakan dari awal sejak lap pertama dan saya selalu melihat waktu dan saya tahu akan memecahkan rekor dunia," katanya usai lomba.

Pelari AS Courtney Frerichs menempati peringkat kedua dengan catatan waktu 9:00,88.

Chepkoech yang waktu terbaiknya adalah 8:59,36 yang diciptakan di Paris bulan lalu, menduduki peringkat keempat di Olimpiade 2016 Rio maupun London 2012.

"Lomba ini sungguh luar biasa. Delapan detik lebih cepat dari rekor dunia, jelas sebuah lompatan besar," kata Frerichs.

Pada nomor lain, juga terjadi kejutan ketika pelari AS Noah Lyles, mencatat waktu terbaik pribadinya di nomor 200m dengan catatan waktu 19,65 detik.

"Start saya tidak bagus, tapi saya berhasil mengatasinya," kata pelari yang minggu ini akan merayakan hari ulang tahun ke-21.

Soufiane El Bakkali, peraih medali perak kejuaraan dunia lalu asal Maroko, tampil sebagai yang tercepat di nomor lari halang rintang 3.000m dengan waktu 7:58,15.

Sementara pelari Rusia Danil Lysenko menyamai rekor terbaik tahun ini untuk nomor lompat tinggi dengan catatan 2,40 meter.

Juara Olimpiade 2016 sekaligus juara dunia Caster Semenya dari Afrika Selatan memperpanjang dominasinya di nomor 800 meter putri dengan waktu satu menit 54,60 detik.

Semenya yang tampil di final untuk ke-26 kalinya secara beruntun, tidak pernah kalah di nomor 800m sejak 2015.

(Uu.A032/B015)

Pewarta:
Editor: Kunto Wibisono
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar