Indonesia-Jepang bangun masa depan makmur bersama

Indonesia-Jepang bangun masa depan makmur bersama

Pengunjung mengamati karya yang ditampilkan dalam Pameran Jagung Berbunga di Antara Bedil dan Sakura di Perpustakaan Nasional, Jakarta, Kamis (2/8/2018). Pameran foto, poster, buku, manuskrip serta seminar kesejarahan itu diselenggarakan dalam rangka memperingati 110 Tahun Kebangkitan Nasional dan 60 tahun hubungan diplomatik Indonesia-Jepang. Pameran tersebut berlangsung hingga 10 Agustus. (ANTARA FOTO/Aprillio Akbar)

Peringatan 110 tahun Kebangkitan Nasional dan 60 tahun hubungan diplomatik memiliki makna yang sangat mendalam untuk mengembangkan hubungan Indonesia dan Jepang,,
Jakarta (ANTARA News) - Wakil Duta Besar Jepang untuk Indonesia Keiichi Ono mengatakan peringatan 60 tahun diplomatik Indonesia-Jepang dimaknai sebagai momentum untuk membangun masa depan yang makmur bagi kedua negara secara bersama-sama.

"Peringatan 110 tahun Kebangkitan Nasional dan 60 tahun hubungan diplomatik memiliki makna yang sangat mendalam untuk mengembangkan hubungan Indonesia dan Jepang," kata Keiichi dalam Pameran dan Seminar Kesejarahan "Hubungan Indonesia-Jepang dalam Lintasan Sejarah" di Perpustakaan Nasional RI, Jakarta, Kamis.

Dia menuturkan dalam rangka memperingati 60 tahun hubungan diplomatik Indonesia-Jepang selama tahun 2018 diselenggarakan berbagai kegiatan yang bertujuan untuk memperkuat pertukaran dan kerja sama generasi muda kedua bangsa.

Peringatan 60 tahun hubungan diplomatik itu akan membawa angin segar bagi peningkatan hubungan kedua negara dan memperluas ruang kerja sama keduanya.

Dalam rangka menyambut kemerdekaan Republik Indonesia pada usia 100 tahun pada 2045, saat ini para cendikiawan dari kedua negara sedang berdiskusi mengenai hal-hal yang harus dibangun untuk kerja sama kedua negara dalam "project 2045". Hasil pemikiran dan diskusi tersebut akan diluncurkan pada Desember 2018.

"Kilas balik sejarah pada seminar kali ini dapat menjadi awal terciptanya generasi kedua negara yang membangun masa depan bersama demi kemakmuran global," tuturnya.

Direktur Jenderal Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI Hilmar Farid mengatakan sejak dimulainya hubungan diplomatik Indonesia-Jepang pada 1958, kedua negara telah menjadi mitra strategis, dan hubungan kedua bangsa terus menguat dalam berbagai aspek seperti ekonomi, politik, sosial, dan budaya.

"Kita juga berharap hubungan baru yang lebih segar berbasis persahabatan, solidaritas dan kerja sama itu bisa lebih terbentuk," ujarnya.


Baca juga: Kerja sama Indonesia-Jepang diperkaya dimensi kebudayaan
Baca juga: Peran kebudayaan dalam hubungan diplomatik Indonesia-Jepang






 

Pewarta: Martha Herlinawati S
Editor: Desi Purnamawati
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Retno & Prabowo ke Jepang, ini yang dibahas

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar