counter

Paskibraka dapat materi kecantikan dan perawatan fisik

Paskibraka dapat materi kecantikan dan perawatan fisik

Deputi Bidang Pengembangan Pemuda Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) M. Asrorun Ni’am (kanan) memantau calon Paskibraka yang mendapatkan materi pelatihan kecantikan dan perawatan fisik di PP PON Cibubur Jakarta, Minggu. (Antara/Kemenpora)

Menjadi Paskibraka bukan akhir perjuangan tetapi awal dari karir sehingga anda harus terus bisa mengembangkan diri...
Jakarta (ANTARA News) - Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) 2018 selain mendapatkan pendidikan baris-berbaris secara militer di PP PON Cibubur, Jakarta, juga mendapatkan materi pelatihan yang cukup berbeda, yaitu kelas kecantikan dan perawatan fisik.

Kegiatan yang diantaranya bermaterikan tata rias dan potong rambut ini dipandu secara langsung oleh tim dari PT Martina Berto Tbk (Martha Tilaar Group) di Aula Wisma Soegondo, PP PON Cibubur Jakarta, Minggu.

Dalam sesi tersebut, Deputi Bidang Pengembangan Pemuda Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) M Asrorun Ni’am juga memberikan pengarahan kepada peserta Paskibraka yang digembleng sejak akhir Juli itu

"Kecantikan disamping perawatan tubuh juga merupakan bagian dari tanggung jawab untuk memelihara fisik. Anggota Paskibraka juga diberikan pemahaman mengenai kecantikan yang ada di dalam (inner beauty). Hahekatnya itu, disamping kecantikan fisik juga perlu dipahami kecantikan attitude, pola hubungan dengan relasi atau teman," kata Asrorun Ni’am.

Selanjutnya integritas kepribadian diri juga dapat memunculkan "inner beauty" sehingga peserta Paskibraka bisa lebih percaya diri. Penampilan wajah yang cerah menjadi penting karena merupakan penghargaan terhadap persaudaraan dan membangun kebersamaan.

Mantan Ketua KPAI ini dalam pertemuannya dengan perwakilan pemuda terbaik dari seluruh Indonesia itu juga menegaskan jika pendidikan dan pelatihan ini mengajarkan kita untuk menjadi pribadi-pribadi yang rupawan dan juga memiliki attitude dan kepribadian yang kuat.

"Menjadi Paskibraka bukan akhir perjuangan tetapi awal dari karir sehingga Anda harus terus bisa mengembangkan diri dengan cara membuka jaringan yang luas kepada semua lini. Berkomunikasi yang baik dengan media serta nagi yang punya media sosial gunakan akun yang ada untuk hal yang positif jangan asal mengikuti teman, dan pahami Undang-Undang ITE, jangan mudah percaya berita-berita hoax, jadilah orang fight jangan mudah baper," kata Gatot S. Dewa Broto.

Selain itu, Paskibraka ini juga mendapatkan tambahan materi selain yang diterima di lapangan, yaitu dari Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat Purna Paskibraka Indonesia (PPI) Gousta Feriza.

"Diklat yang diikuti bukan sekedar baris-berbaris, mengibarkan dan menurunkan bendera namun pembentukan karakter yang paling utama, 30 menit pelaksanaan tugas namun persiapannya selama 30 hari. Paskibraka diharapkan mau saling membina dan saling mengembangkan diri untuk membuka wawasan dan menambah pengetahuan dengan saling asah, asih dan asuh," katanya.

Sebelum bertugas di Istana Negara dan bakal mendapatkan pantauan masyarakat, Paskibraka ini bakal dikukuhkan dan biasanya dipimpin langsung oleh Presiden Joko Widodo di Istana Negara Jakarta. 

Baca juga: 68 calon Pasukan Pengibar Bendera Pusaka nasional digembleng di Cibubur
Baca juga: Upacara detik-detik proklamasi di Istana dimulai


Pewarta: Bayu Kuncahyo
Editor: Sri Muryono
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Presiden silaturahmi dengan Paskibraka dan GBN

Komentar