Global Land Forum upayakan selesaikan masalah pertanahan global

Global Land Forum upayakan selesaikan masalah pertanahan global

(Dari kiri ke kanan) Direktur Eksekutif Wahana Lingkungan Hidup Indonesia Nur Hidayati, Panitia Nasional Global Land Forum 2018 Dewi Kartika, Direktur International Land Coalition Mike Taylor, Direktur Jenderal Perhutanan Sosial dan Kemitraan Lingkungan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Bambang Supriyanto dalam konferensi pers menjelang GLF 2018, Jakarta, Jumat (21/09/2018). (ANTARA/ Martha Herlinawati Simanjuntak)

deklarasi itu juga akan menjadi masukan dalam melaksanakan reforma agraria tiga tahun ke depan di Indonesia.
Jakarta, (ANTARA News) - Global Land Forum (GLF) 2018 akan menghasilkan deklarasi Bandung sebagai bagian dari upaya untuk penyelesaian masalah pertanahan baik di tingkat nasional maupun global.

"Tentu secara substansi deklarasi Bandung yang nanti akan menjadi output  dari Global Land Forum akan benar-benar mengalamatkan seluruh isu tidak hanya di tingkat nasional tapi juga di tingkat global," kata Panitia Nasional Global Land Forum 2018 Dewi Kartika dalam konferensi pers menjelang GLF 2018, di Jakarta, Jumat.

Sebanyak kurang lebih 550 delegasi asing dari 84 negara dan 500 peserta nasional akan berpartisipasi dalam Global Land Forum ke-8 yang diselenggarakan di Gedung Merdeka, Bandung, Jawa Barat pada 24–27 September 2018.

Dewi yang juga Sekretaris Jenderal Konsorsium Pembaruan Agraria (KPA) mengatakan deklarasi Bandung itu diharapkan akan berisikan upaya-upaya mengatasi ketimpangan dalam hal penguasaan tanah, pemilikan tanah, dan pengelolaan tanah.

"Serta bagaimana administrasi pertanahan yang lebih baik, tata keola lebih baik, lebih akuntabel, lebih terbuka dan melibatkan partisipasi masyarakat," tuturnya.

Dewi mengatakan Global Land Forum 2018 menjadi ruang untuk mempertemukan para pihak atau aktor serta kelompok-kelompok yang bekerja di isu pertanahan termasuk kalangan akademisi, masyarakat sipil dan lembaga pemerintahan.

Dewi mengatakan deklarasi itu juga akan menjadi masukan dalam melaksanakan reforma agraria tiga tahun ke depan di Indonesia.

"Kita harapkan di Global Land Forum ini, kita bisa duduk bersama menghasilkan satu deklarasi bersama bagaimana tiga tahun ke depan sebelum Global Land Forum ke-9 yang nanti akan diadakan tiga tahun kemudian, kita akan mempunyai panduan kerja bersama mendorong tata kelola pertanahan berbasiskan masyarakat," ujarnya.

GLF itu bertujuan untuk mendiskusikan dan mempromosikan tata kelola pertanahan berbasis masyarakat (people-centered land governance) untuk mengatasi ketimpangan, kemiskinan, permasalahan konflik agraria, kerusakan ekologis, hak asasi manusia dan pembangunan pedesaan.

Global Land Forum (GLF) 2018 mengusung tema Bersatu untuk Hak Atas Tanah, Perdamaian dan Keadilan (United for Land Rights, Peace dan Justice).

GLF merupakan forum pertanahan global terbesar di dunia yang diselenggarakan International Land Coalition (ILC), bekerjasama dengan Panitia Nasional GLF dan Kantor Staf Presiden (KSP). 


Baca juga: Ratusan delegasi asing hadiri Global Land Forum
Baca juga: Presiden: reforma agraria-perhutanan sosial upaya pemerataan ekonomi

Pewarta: Martha Herlinawati S
Editor: Dewanti Lestari
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar