counter

Rumah kontrakan santri Darussalam ludes terbakar

Rumah kontrakan santri Darussalam ludes terbakar

Petugas pemadam kebakaran memadamkan api yang melalap rumah di permukiman padat penduduk di belakang pertokoan Jalan A Yani KM 1 Banjarmasin, Sabtu (30/4). Puluhan rumah ludes terbakar dan kerugian ditaksir mencapai ratusan juta rupiah. (ANTARA/Hasan Zainuddin)

Martapura  (ANTARA News) - Sebuah rumah kontrakan yang dihuni belasan santri Pondok Pesantren Darussalam Martapura, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan, ludes terbakar, Kamis siang.

Kepala Desa Antasan Senor Ilir Jamaluddin di Martapura, Kamis mengatakan, rumah kontrakan atau bedakan yang terbakar terdiri dari 10 pintu dan dihuni oleh santri pondok pesantren terbesar di Kalsel itu.

"Kebakaran menimpa rumah yang menjadi kontrakan atau bedakan santri sebanyak 10 pintu dan api berkobar sekitar pukul 13.00 Wita di tengah hujan lebat mengguyur lokasi kebakaran," ujarnya.

Disebutkan, lokasi kebakaran berada di kawasan Antasan Senor Ilir RT 6, RW 3, Kecamatan Martapura Timur yang berjarak kurang lebih 10 kilometer dari Pondok Pesantren Darussalam Martapura itu.

Menurut dia, lokasi kebakaran yang merupakan suatu kawasan pemukiman penduduk memang banyak dihuni santri yang menimba ilmu di Ponpes Darussalam sehingga menjadi kawasan cukup padat.?

"Rumah-rumah di kawasan ini memang cukup banyak dijadikan kontrakan atau bedakan dengan beberapa pintu yang dihuni santri sehingga menjadi kawasan cukup padat penduduk," ungkapnya.

Baca juga: Kebakaran di Martapura Kalsel hanguskan tiga rumah

Salah seorang warga bernama Udin mengatakan, kobaran api muncul tiba-tiba di tengah hujan lebat yang mengguyur kawasan setempat sehingga banyak yang kaget atas kejadian tersebut.

"Api berkobar saat hujan lebat mengguyur dan banyak masyarakat sekitar kaget karena sama sekali tidak menyangka terjadi kebakaran di tengah hujan lebat. Penghuni juga berlarian saat kejadian," ungkapnya.

Dikatakan, kobaran api begitu cepat membesar karena bangunan rumah berkontruksi kayu sehingga mudah terbakar meski pun saat kejadian hujan lebat mengguyur walau pun tidak lama hujannya.

"Kasihan santri yang menghuni kontrakan karena tidak sempat menyelamatkan barang berharga sehingga ada yang hanya tinggal baju di badan karena semuanya habis terbakar," katanya.

Baca juga: Ratusan warung, kios di Pasar Martapura terbakar

Pewarta:
Editor: Budi Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar