Petugas data keluarga korban di pos ante mortem

Petugas data keluarga korban di pos ante mortem

Para petugas mendata keluarga korban pesawat Lion Air nomor penerbangan JT 610 di Posko Ante Mortem, di RS Kepolisian Indonesia dr Soekanto, di Kramat Jati, Jakarta Timur, Senin (29/30/2018). (ANTARA News/Susylo Asmalyah)

Jakarta (ANTARA News) - Proses identifikasi korban pesawat terbang Lion Air nomor penerbangan JT 610 dimulai. Para petugas RS Kepolisian Indonesia dr Sukanto, di Kramat Jati, Jakarta Timur, Senin, mulai mendata keluarga korban pesawat Lion Air itu, di Posko Ante Mortem yang disediakan di sana. Data forensik dari mereka diperlukan sebagai referensi.
     
Dua petugas, sebagaimana disaksikan di rumah sakit utama Kepolisian Indonesia itu, sedang mendata para keluarga korban secara bergiliran, sementara yang masih menunggu disediakan tempat duduk yang telah dipasang tenda.
     
Dito, salah satu keluarga korban bernama Dollar, yang merupakan anggota DPRD Bangka Belitung. "Tadi saya yang memberikan data oom saya (Dollar) kepada petugas. Data yang dikirimkan anaknya dari Pangkal Pinang melalui WA," kata Dito, saat ditemui di sana.
     
Ia jelaskan, data yang diberi di antaranya ciri-ciri fisiknya, foto terakhir, foto korban yang kelihatan giginya, KTP, sidik jari dari ijazahnya, dan rekam medis lain.
     
Ia mengatakan pamannya itu ke Jakarta untuk kunjungan kerja bersama beberapa anggota lain DPRD Bangka Belitung serta staf yang jumlahnya sekitar 42 orang, dan sebagian dari mereka ada yang menggunakan pesawat Sriwijaya Air.

Pewarta: Susylo Asmalyah
Editor: Ade P Marboen
COPYRIGHT © ANTARA 2018

7 kecelakaan pesawat terburuk di Tanah Air

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar