PLTU Batang berikan sosialisasi pendidikan kelistrikan guru dan pelajar

PLTU Batang berikan sosialisasi pendidikan kelistrikan guru dan pelajar

Aktivitas pembangunan proyek pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) berlangsung di Ujungnegoro, Kabupaten Batang, Jawa Tengah, Jumat (30/3/2018). Berdasarkan data PT Bhimasena Power Indonesia selaku pelaksana proyek, pembangunan PLTU Batang berkapasitas 2x1.000 megawatt (MW) telah mencapai 40,2 persen (data terakhir 15 Maret 2018) dan target selesai pada 2020 diyakini dapat terpenuhi. (ANTARA /Aditya Pradana Putra)

hal ini bisa menjadi media sosialisasi pada para pengajar, sedangkan bagi guru ini dapat dijadikan bahan informasi untuk disampaikan pada para siswa/siswi
Batang, Jateng  (ANTARA News) - Puluhan perwakilan guru dan pelajar SMA dan SMK di Kabupen Batang, Jawa Tengah, Senin, mendapatkan sosialisasi dan pendidikan mengenai pembangkit listrik tenaga uap (PLTU), sebuah pembangunan proyek ketenagalistrikan terbesar se-Asia Tenggara itu.

Kegiatan itu disampaikan oleh PT Bhimasena Power Indonesia, pengembang proyek PLTU tersebut.

General Manager Community Relations & Goverment Relations PT Bhimasena Power Indonesia Ary Wibowo mengatakan bahwa acara itu adalah kelanjutan kegiatan "community relations (CR)"  dalam memeriahkan "Batang Expo" 2018 dengan mengadakan lomba menulis tentang PLTU Batang tingkat pelajar SMA dan SMK.

"Para pelajar yang masuk nominasi dan menjadi juara lomba penulisan tentang PLTU serta para guru diberi kesempatan berkeliling melihat langsung proses pembangunan PLTU Batang 2x1.000 megawatt itu," katanya.

Menurut dia, kegiatan tersebut mendapat sambutan positif dari pelajar, para guru, dan pemerintah daerah karena bisa saling mengisi kekurangan dan kelebihan masing masing.

"Bagi Bhimasena Power, hal ini bisa menjadi media sosialisasi pada para pengajar, sedangkan bagi guru ini dapat dijadikan bahan informasi untuk disampaikan pada para siswa/siswi," katanya.

Proyek yang diprakarsai perusahaan konsorsium Jepang-Indonesia, yaitu J-Power, Itochu, dan Adaro Power itu, saat ini menjadi ikon baru Kabupaten Batang.

Ia mengatakan keberadaan PLTU yang menggunakan teknologi tinggi ramah lingkungan pertama di Indoensia dan "Ultra Super Critical" itu, menjadi magnet para investor untuk bisa berinvestasi di wilayah Kabupaten Batang, yang memiliki sumber daya energi, sumber daya air, dan sumber daya alam cukup besar.
 

Direktur Operasional PT Bhimasena Power Indonesia Shiroki Yamashita menyampaikan terima kasih pada para guru SMA/SMK yang meluangkan waktu untuk mengunjungi proyek pembangunan PLTU berkapasitas ?2 x 1.000 MW.

"Kami tetap berkomitmen selalu dekat dengan berbagai macam lapisan masyarakat yang ada di wilayah Kabupaten Batang. Kami akan selalu ada dan bersama masyarakat bersinergi membangun Kabupaten Batang untuk lebih baik lagi," katanya.

Perwakilan guru SMA/SMK, Adjie Suranto, mengatakan kegiatan itu menambah pengalaman dan informasi para guru tentang PLTU terbesar se-Asia Tenggara itu.

"Kami menyampaikan ucapan terima kasih pada PT BPI yang sudah memberikan kesempatan pada para guru berkeliling melihat langsung proses pembangunan PLTU Batang. Kami berharap kegiatan ini tidak hanya sebatas pada kontruksi saja, tapi bisa berkesinambungan pascakontruksinya juga." katanya.

Baca juga: Warga gelar aksi tolak PLTU Batang depan Istana
Baca juga: Presiden minta masalah PLTU Batang diselesaikan secara baik
Baca juga: Greenpeace pertanyakan legalitas pembangunan PLTU Batang

Pewarta: Kutnadi
Editor: Andi Jauhary
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar