Metropolitan

Lalu lintas di Jalan Cikini Raya dialihkan selama HUT TIM

Lalu lintas di Jalan Cikini Raya dialihkan selama HUT TIM

Pengalihan arus lalu lintas di Jalan Cikini Raya, Jakarta Pusat selama Hari Ulang Tahun Taman Ismail Marzuki (TIM) ke 50 pada 10-11 November 2018. (Suku Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik Jakpus)

Akan ada Cikini Karnaval dari Gedung Joeang 45 menuju TIM pada tanggal 10 November. Oleh karena itu, untuk menjaga kelancaran mobilisasi peserta karnaval, sementara akses Jalan Menteng Raya ditutup sampai kegiatan karnaval selesai."
Jakarta (ANTARA News) - Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Pusat mengalihkan Jalan Cikini Raya, Menteng, Jakpus selama peringatan 50 tahun Taman Ismail Marzuki (TIM) pada 10-11 November mendatang.

"Pengalihan arus lalu lintas dilakukan mulai pukul 10.00 WIB hingga 22.00 WIB," ujar Kepala Suku Dinas Perhubungan Jakpus, Harlem Simanjutak di Jakarta pada Jumat.

Pengalihan akan dilakukan ke beberapa ruas jalan lain, yaitu:
1. Jalan Menteng Raya-Jalan A.A Kali Pasir-Jalan Inspeksi Kali Ciliwung-Jalan Raden Saleh.
2. Jalan Menteng Raya-Jalan Cut Mutia-Jalan Tengku Umar-Jalan Pangeran Dipenogoro. 
3. Jalan Menteng Raya-Jalan Cut Mutia-Jalan Cut Nyak Dien- Jalan R.P. Soeroso-Jalan Cikini 4 (contra flow). 

"Meski ditutup, Jalan Cikini Raya masih dapat dilalui feeder bus Transjakarta, para tamu undangan, dan tamu hotel yang akan menuju Cikini Raya," kata Harlem.

Namun, lanjut Harlem, pertigaan Tugu Tani, Jalan Menteng Raya juga akan ditutup sementara pada pukul 15.30 WIB sampai pukul 16.30 WIB dan untuk sementara lalu lintas akan dialihkan ke Jalan Merdeka Selatan. 

Hal ini terkait diadakannya Cikini Karnaval yang berlangsung dari Gedung Joeang 45 menuju TIM pada tanggal 10 November.

"Akan ada Cikini Karnaval dari Gedung Joeang 45 menuju TIM pada tanggal 10 November. Oleh karena itu, untuk menjaga kelancaran mobilisasi peserta karnaval, sementara akses Jalan Menteng Raya ditutup sampai kegiatan karnaval selesai," tegasnya.

Pewarta: Tessa Qurrata Aini
Editor: Kunto Wibisono
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar