Miniatur rumah gadang cendera mata Tour de Singkarak 2018

Miniatur rumah gadang cendera mata Tour de Singkarak 2018

Pebalap memacu sepedanya pada etape ke enam Tour De Singkarak, saat melintas di tepi danau Singkarak, Kota Solok, Sumatera Barat, Jumat (9/11/2018). Pada etape ke enam Tour de Singkarak 2018 menempuh jarak 105 kilo meter, yang mulai dari Kota Solok Menuju Kota Payukumbuh. ANTARA FOTO/Muhammad Arif Pribadi/ama.

Solok (ANTARA News) - Pemerintah Kota (Pemkot) Solok, Sumatera Barat memberikan miniatur rumah gadang dan sepeda terbuat dari kayu dengan warna keemasan yang merupakan ikon daerah itu sebagai cendera mata bagi pebalap di ajang Tour de Singkarak (TdS) 2018.

"Cendera mata itu disiapkan sebagai cara promosi dan perkenalan dari daerah ini," kata Kepala Dinas Pariwisata Kota Solok, Elvi Basri di Solok, Jumat.

Ia mengatakan sengaja dibuat dalam bentuk miniatur agar lebih bernilai apalagi bila dijadikan pajangan di dalam ruangan. Miniatur rumah gadang tanda bahwa peserta dari daerah Minang, Sumatera Barat dan miniatur sepeda sebagai tanda balap sepeda TdS 2018.

"Miniatur ini dibuat oleh Industri Kecil Menengah (IKM) daerah ini sebagai bentuk apresiasi kedatangan pebalap sepeda dan tamu lainnya ke Kota Solok," katanya.

Selain itu dalam cendera mata juga ada buku profil Kota Solok dan buku destinasi wisata yang ada di daerah setempat seperti Pulau Belibis dan lainya.

Ia berharap peserta TdS dan tamu yang datang ingat, mengetahui dan mau berkunjung ke objek-objek wisata di Kota Solok pada masa yang akan datang.

Nantinya, pada tahun yang akan datang Kota Solok diharapkan juga dapat menjadi "grand start" TdS atapun grand finish yang pesertanya bisa lebih lama di Kota Solok.

"Pada 2019, hotel baru yang ada di kelurahan Pasar Pandan Aia mati diharapkan siap untuk menampung peserta TdS yang akan datang," katanya.

Untuk tahun ini, peserta TdS sebagian masih menginap di Hotel Emersia Batu Sangkar, dan sebagian di Solok di Hotel Ceredek dan Mami Hotel.

Ia mengemukakan ajang balap sepeda internasional tersebut juga akan dijadikan sebagai sarana untuk memperkuat promosi wisata halal Sumbar.

"Persiapannya dilakukan sesegera mungkin bekerjasama dengan Dinas Perdagangan Koperasi dan UKM serta hotel-hotel agar mendukung menyediakan produk dan makanan halal khas daerah bagi tamu," katanya.

Kemudian di hotel-hotel diarahkan agar menghidangkan sajian khas daerah sebagai langkah menghidupkan dan mempromosikan masakan tradisional ke mancanegara.

Sebelumnya Wakil Gubernur Sumbar, Nasrul Abit meminta pemerintah kota dan kabupaten memanfaatkan TdS untuk memperkuat identitas wisata halal.

"Terutama dalam menyajikan kebudayaan atau kuliner harus sesuai indikator halal dan para penampil pertunjukan seni berpakaian sopan," katanya.

Selain itu setiap daerah juga diarahkan agar memunculkan potensi pariwisata yang ada di wilayah masing-masing misalnya lewat baliho yang dipasang di jalan-jalan yang dilalui pebalap dan rombongan.
 
TOUR DE SINGKARAK 2018 Sejumlah siswa sekolah dasar mengibar-mengibarkan bendera untuk memberikan semangat pada pebalap yang melintas di Kota Solok, Sumatera Barat, Jumat (9/11/2018). Pada etape ke enam Tour de Singkarak 2018 menempuh jarak 105 kilo meter, yang mulai dari Kota Solok Menuju Kota Payukumbuh. (ANTARA FOTO/Muhammad Arif Pribadi/pd)



Baca juga: Abdurrohman pertahankan jersey merah putih di etape enam TDS 2018
Baca juga: Hendriks bawa Bike Aid puncaki klasemen tim TdS 2018
Baca juga: Etape enam TdS 2018 lintasi rute terpendek Solok-Payakumbuh


(KR-MRO/A029)

Pewarta:
Editor: Tasrief Tarmizi
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar