counter

Dua tunggal putri junior Indonesia gagal ke perempat final

Dua tunggal putri junior Indonesia gagal ke perempat final

Ilustrasi foto bulutangkis. (ANTARA)

Jakarta (ANTARA News) - Dua tunggal putri Indonesia, Yasnita Enggira Setiawan dan Putri Kusumawardani, gagal melangkah ke babak perempat final kejuaraan bulutangkis BWF World Junior Championships 2018 yang berlangsung di Ontario, Kanada, Jumat. 

Dengan kekalahan tersebut, Indonesia tidak lagi memiliki perwakilan di nomor pertandingan tunggal putri BWF World Junior Championships 2018. 

Yasnita harus menerima kekalahan saat menghadapi pebulutangkis asal China Zhou Meng dalam dua gim langsung dengan skor akhir 10-21 dan 18-21.  Sementara itu, sama seperti Yasnita, Putri Kusumawardani juga tidak berhasil melaju ke babak perempat final usai dikalahkan oleh pebulutangkis asal Malaysia Eoon Qi Xuan dengan skor 19-21 dan 10-21. 

"Di gim pertama, saya banyak buang-buang bola sendiri. Harusnya lebih sabar. Di gim pertama juga saya menang angin, jadi malah tidak bisa mengontrol bola," kata Yasnita seperti dikutip Antara melalui laman badmintonindonesia.org. 

Pada gim kedua, Yasnita mengaku kalah angin, sehingga jadi lebih mudah untuk mengontrol bola. Namun di beberapa poin terakhir, lawan sudah dapat membaca pola permainan, sehingga Yasnita semakin sulit untuk mengubah pola tersebut. 

"Saya masih kurang puas dengan hasil yang ada. Tapi Alhamdulilah bisa sampai disitu. Banyak yang bisa saya jadikan pelajaran supaya lebih baik lagi kedepannya," ujar Yasnita. 

Sebelumnya, Putri pernah menang dari Eoon pada pertemuan pertama mereka di ajang Malaysia International Junior Open 2018. Saat itu, Putri menang 14-21, 21-17 dan 21-16 atas Eoon. 

Meskipun sama-sama menuai kekalahan, Yasnita masih memiliki kesempatan satu tahun lagi untuk bermain di BWF World Junior Championships, sedangkan Putri masih memiliki peluang dua tahun lagi.

Baca juga: Empat ganda campuran ke perempat final BWF world junior championships

Pewarta: Rr. Cornea Khairany
Editor: Atman Ahdiat
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar