counter

Di balik leluconnya, Ardit ternyata sosok yang tertutup

Di balik leluconnya, Ardit ternyata sosok yang tertutup

Artis pemeran film Milly dan Mamet, Arditya Erwandha pada sesi foto saat melakukan kunjungan ke Museum Galeri Foto Jurnalistik Antara (GFJA) di Jakarta, Selasa, (4/12/2018). Kunjungan tersebut dalam rangka promosi film Milly dan Mamet yang akan tayang secara serentak di bioskop pada 20 Desember mendatang (ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto/hp)

Jadi komika kan enggak harus lucu juga di real life...
Jakarta (ANTARA News) - Siapa yang menyangka jika dibalik lelucon-lelucon yang dilontarkan oleh Arditya Erwandha dalam panggung standup komedi, ternyata ia adalah sosok yang sangat tertutup.

Ardit mengatakan bahwa dirinya sejak masa sekolah adalah orang introvert. Ia malah lebih senang sendiri di kelas daripada harus makan di kantin bersama teman-temannya.

Ardit lalu mengenal standup komedi. Menurutnya, panggung standup merupakan sebuah media untuk menyalurkan isi hati atau tempat curhat.

"Saya kan enggak punya tempat buat curhat. Jadi curhatnya di standup. Sampai sekarang sebenarnya masih introvert. Kalau misalnya habis standup tiga hari berturut-turut, saya perlu waktu untuk menyendiri. Kalau enggak akan cranky, kalau enggak ada waktu sendiri. Jadi komika kan enggak harus lucu juga di real life," kata Ardit kepada Antara dalam kunjungan media promosi film "Milly & Mamet" di Jakarta, Selasa (4/12).

Menurut Ardit, kebanyakan komika memiliki sifat yang berbeda ketika di belakang panggung. Yang kelihatannya sangat lucu, ternyata sangat serius dan sulit bercanda di dunia nyata.

"Banyak kok yang begitu. Misalnya Ernest kan kelihatannya lucu banget, santai,padahal aslinya kalau kita ketemu tuh bisa yang serius banget gitu, pendiam banget. Saya juga begitu, akan beda di luar panggung komika," jelas Ardit.

Panggung standup bagi Ardit adalah tempat untuk mengatasi persoalan ia dan dirinya. Ketika mencoba untuk standup, Ardit merasa ada yang disembuhkan.

"Pas pertama kali standup, ternyata menyenangkan. Dulu sebelum standup, enggak ada media menyampaikan aspirasi. Ini jadi kayak obat, kayak penyembuhan jiwa, self healing," ujarnya.

Baca juga: Proses pembuatan skenario film komedi ternyata tidak selucu lawakannya

Baca juga: Dennis Adhiswara belajar berkomedi dari para komika


Baca juga: Aci Resti siapkan pertunjukan delapan komika perempuan, siapa saja?

Cerita Maxime Bouttier main Film Kuntilanak 2

Pewarta: Maria Cicilia
Editor: Alviansyah Pasaribu
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar