counter

Pembangunan trans-Papua di Nduga direncanakan diambil alih TNI

Pembangunan trans-Papua di Nduga direncanakan diambil alih TNI

Proyek pembangunan jalan Trans-Papua. (Foto: Istimewa)

Apapun yang terjadi, kita harus tuntaskan pembangunan infrastruktur karena itu yang bisa kita lakukan untuk memajukan untuk daerah terpencil di Papua
Wamena, Papua, 13/12 (ANTARA News) - TNI berencana mengambil alih pembangunan jalan transPapua serta jembatan di lokasi pembantaian pekerja PT Istaka Karya di Distrik Yal dan Yigi, Kabupaten Nduga, Provinsi Papua.

Komandan Korem (Danrem) 172 Praja Wira Yakthi (PWY) Kolonel (Inf) Jonathan Binsar Parluhutan, di Yonif 756 Wimane Sili, Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Kamis, mengatakan terkait rencana itu untuk sementara masih dalam tahap komunikasi dengan Mabes TNI.

Ia mengatakan sebelumnya ada instruksi dari pimpinan untuk melanjutkan pengerjaan jalan dan jembatan yang terhenti setelah penembakan belasan pekerja oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB).

Pembukaan akses daerah terisolasi itu akan dilakukan oleh TNI dari zeni tempur (Zipur)

"Mungkin satu dua pekan ke depan sudah masuk personel ke sana, dan kemungkinan sudah mulai mendorong alat-alat ke lokasi. Paling lambat tiga pekan ke depan sudah mulai bekerja," katanya.

Pihak TNI juga membangun koordinasi dengan balai jalan agar pemenuhan infrastruktur Papua sesuai instruksi Presiden bisa terus dilakukan.

"Apapun yang terjadi, kita harus tuntaskan pembangunan infrastruktur karena itu yang bisa kita lakukan untuk memajukan untuk daerah terpencil di Papua," katanya.

Danrem 172/PWY belum mengetahui pasti jumlah personel yang nantinya ditempatkan di sana, namun diperkirakan di atas 500 orang, dan ditambah pasukan pengamanan.

"Intinya TNI siap kerjakan itu karena tugas kita untuk bagaimana caranya masyarakat di Papua, sehingga wilayah terpencil bisa merasakan sentuhan pembangunan pemerintah, karena itu sudah komitmen pemerintah dan TNI/Polri siap, bila perlu korbankan jiwa dan raga kita lakukan untuk membangun Papua," katanya.

Sebelumnya Kepala Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional XVIII Jayapura Osman Marbun mengatakan pengerjaan jalan tetap dilanjutkan oleh TNI.

"Ke depan pengamanan harus tetap melekat di pihak yang melaksanakan, dalam hal ini penyedia jasa pengerjaan itu, dan bahkan dengan kejadian kemarin, Zipur akan turun membantu kita," katanya.

Marbun mengatakan segala sesuatu yang berkaitan dengan kelanjutan pembangunan jalan transPapua itu masih dipersiapkan.

"Misalnya dari Zipur mereka pun harus mempersiapkan dahulu pengiriman personelnya maupun mobilisasi alat dan sebagainya," katanya.

Sejauh ini pengerjaan 14 jembatan untuk empat tahun anggaran di wilayah itu sudah mencapai 72 persen.

"Tahun ini saja sudah 72 persen, jadi lanjutannya lagi di 2019 akan diselesaikan dengan melibatkan TNI," katanya.

Baca juga: Presiden tegaskan pembangunan jalan Papua berlanjut

Baca juga: Bupati : Tambah pos TNI di jalan Trans-Papua

Baca juga: Aparat didesak tangkap pembunuh para pekerja jalan Trans Papua

Pewarta: Marius Frisson Yewun
Editor: Andi Jauhary
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar