counter

Tersangka penjual satwa gunakan akun facebook palsu

Tersangka penjual satwa gunakan akun facebook palsu

Dokumentasi macan dahan (Neofelis nebulosa). (ANTARA FOTO/Rony Muharrman)

Medan (ANTARA News) - Kepolisian Daerah Sumatera Utara mengungkapkan tersangka penjual satwa berinisial ARN (25), warga Desa Paluh Manan, Kecamatan Hamparan Perak, Kabupaten Deli Serdang, menggunakan akun Facebook palsu.

"Tersangka menggunakan akun Facebook palsu dengan memakai nama inisial KS, nama wanita," kata Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Sumatera Utara, Komisaris Besar Polisi Rony Samtama, di Medan, Jumat (11/1).

Selain itu, kata dia, tersangka juga bergabung dalam komunitas akun Facebook Jual Beli Segala Jenis Hewan Medan untuk memasarkan satwa yang dilindungi kepada pembeli.

"Satwa dilindungi yang dijual tersangka, antara lain, lutung emas atau lutung budeng, kucing akar/kucing kandang, musang, monyet, dan tupai," kata dia.

Satwa tersebut, lanjut dia, diantar dengan jasa Gojek yang wilayah pemasarannya masih berada di Medan dan sekitarnya.

Tersangka mendapat satwa liar yang dilindungi dari nelayan dan masyarakat di Desa Batang Serai, Desa Palu Subur, dan Desa Parit Belang, Kecamatan Hamparan Perak, Kabupaten Deli Serdang.

"Tersangka tidak memiliki izin dari pihak berwenang dalam kepemilikan satwa yang dilindungi tersebut," ucapnya.

Sebelumnya, anggota Ditreserse Krimsus Polda Sumatera Utara bekerja sama dengan Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Sumatera Utara meringkus penjual satwa yang dilindungi berinisial ARN (25), Rabu (8/1).

Dalam pengungkapan kasus tersebut, polisi menyamar untuk bisa ketemu dengan tersangka, dan kemudian mendapatkan tiga  anak lutung emas dan langsung mengembangkan temuan itu ke rumah tersangka di Desa Paluh Manan.

Aparat juga menemukan tiga anak elang brontok (Nisaetus cirrhatus) dan satu anak kucing akar/kucing tandang (Prionailurus bengalensis) di rumah tersangka.

Seluruh satwa tersebut kemudian disita dan diserahkan kepada Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Sumatera Utara untuk dibawa ke Taman Wisata Sibolangit.

Ia menambahkan bahwa tersangka ARN menjual satwa dilindungi itu selama enam bulan.

Pewarta:
Editor: Ade P Marboen
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar