counter

Gedung baru Kedutaan Amerika di Jakarta resmi dibuka

Gedung baru Kedutaan Amerika di Jakarta resmi dibuka

(Kiri-kanan) Direktur Overseas Buildings Operations (OBO) Departemen Luar Negeri AS Addison Tad Davis, Ketua MPR RI Zulkifli Hasan, Duta Besar AS untuk Indonesia Joseph R Donovan Jr., Kuasa Usaha Perwakilan AS untuk ASEAN Jane Bocklage, Sekretaris Jenderal ASEAN Lim Jock Hoi, dan Penasihat Senior Departemen Luar Negeri AS Brian Bulatao memotong pita peresmian gedung baru Kedutaan Besar AS di Jakarta, Selasa (19/3). (Kedubes AS)

Jakarta (ANTARA) - Gedung baru Kedutaan Besar Amerika Serikat di Jakarta resmi dibuka pada Selasa oleh Duta Besar AS untuk Indonesia Joseph R Donovan Jr, yang menggarisbawahi pentingnya persahabatan dan kemitraan yang langgeng dengan Indonesia dan ASEAN.

"Gedung baru ini menjadi salah satu bangunan kedutaan Amerika yang terbesar yang ada di dunia, yang dibangun dengan komitmen hemat energi dan ramah lingkungan," kata Dubes Donovan.

Selain difungsikan sebagai pusat perkantoran perwakilan diplomatik AS di Indonesia, gedung baru itu juga akan menjadi rumah bagi perwakilan AS untuk ASEAN dan beberapa badan AS lainnya di Indonesia.

"Kami juga akan menyelenggarakan kegiatan budaya, seni, maupun pendidikan, yang dapat diakses masyarakat," kata Donovan, menambahkan bahwa upaya itu untuk mendekatkan diri Kedutaan Besar AS kepada masyarakat di Jakarta.

Dalam keterangan tertulis Kedubes AS yang diterima di Jakarta, Selasa, disebutkan bahwa kompleks gedung baru yang berlokasi di Jalan Medan Merdeka Selatan ini merupakan sebuah bangunan yang aman, modern, berkelanjutan, dan tangguh bagi diplomasi AS di Indonesia serta di kawasan ASEAN.

Komplek gedung baru tersebut dirancang oleh Davis Brody Bond Architects and Planners of New York, New York, dengan Page of Washington, D.C. sebagai perusahaan arsitektur, serta B.L. Harbert International of Birmingham sebagai kontraktor umumnya.

Sejak 1999, sebagai bagian dari Capital Security Construction Program Departemen Luar Negeri AS, Overseas Buildings Operations (OBO) telah merampungkan 154 fasilitas diplomatik baru, di samping 49 proyek lainnya yang berada dalam tahap perancangan maupun konstruksi.

OBO menyediakan fasilitas yang aman, terjamin, fungsional, dan kokoh yang merepresentasikan pemerintah AS di negara tuan rumah, serta mendukung para staf dalam mencapai tujuan kebijakan luar negeri AS.

Fasilitas-fasilitas ini merepresentasikan nilai-nilai Amerika dan karya-karya terbaik dalam arsitektur, desain, teknik, teknologi, keberlanjutan, seni, budaya, dan konstruksi.

 

Pewarta: Yashinta Difa Pramudyani
Editor: Azizah Fitriyanti
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar