counter

Pasukan khusus Tunisia tembak tiga gerilyawan Daesh

Pasukan khusus Tunisia tembak tiga gerilyawan Daesh

Wapres Dan Menlu Tunisia Wakil Presiden Jusuf Kalla (kedua kiri) didampingi Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin (ketiga kanan), Sekretaris Kabinet Pramono Anung (kedua kanan) dan Wakil Menlu AM Fachir (kanan) menerima kunjungan Menlu Tunisia Kheimaies Jhinaoui (kiri) saat pertemuan bilateral pada KTT Luar Biasa Ke-5 OKI mengenai Palestina dan Al-Quds Al-Sharif di JCC, Jakarta, Senin (7/3). (ANTARA FOTO/OIC-ES2016/Wisnu Widiantoro)

Jakarta (ANTARA) - Pasukan khusus Tunisia pada Selasa menewaskan tiga terduga gerilyawan ISIS pasca-bentrokan di pegunungan dekat perbatasan Aljazair, kata pejabat keamanan kepada Reuters.

Sehari sebelumnya, ISIS menyebarkan gambar gerilyawan yang sedang membawa senjata di pegunungan tersebut, tempat mereka bersembunyi dalam beberapa tahun.

"Pasukan kami menewaskan tiga terduga pelaku teror Daesh setelah terjadi bentrokan di pegunungan Saloum di Kasserine," kata Kolonel Houssem Jbebli kepada Reuters, menggunakan akronim bahasa Arab untuk kelompok tersebut.

Salah satu negara dunia Arab paling sekuler, Tunisia menjadi sasaran gerilyawan setelah dipuji sebagai simbol perubahan demokrasi usai tergulingnya otokrat Zine Abidine Ben Ali pada 2011.

Sejumlah gerilyawan beroperasi di daerah terpencil di dekat perbatasan dengan Aljazair. Tunisia mengalami tiga serangan dahsyat pada 2015, dua di antaranya terhadap turis. Yang pertama di museum di Tunis dan satu lagi di pantai di Sousse. Pengawal presiden di ibu kota menjadi sasaran ketiga. ISIS mengaku menjadi dalang di balik semua serangan tersebut.

Setelah runtuh, pariwisata sejak itu secara bertahap kembali pulih.

Sumber: Reuters
Baca juga: Pasukan Tunisia tewaskan pemimpin ISIS 
Baca juga: Menhan: 1.000 warga Tunisia jadi gerilyawan ISIS di Libya
Baca juga: Perangi teror, Tunisia habiskan 4 miliar dolar AS

Penerjemah: Asri Mayang Sari
Editor: Maria D Andriana
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Polri sebut pelaku penusukan Wiranto diduga ISIS

Komentar