Batumbu yakin bakal berperan memajukan UKM dengan model bisnisnya

Batumbu yakin bakal berperan memajukan UKM dengan model bisnisnya

CEO dan Co-founder Batumbu Sonny Christian Joseph tengah menjelaskan model bisnis perusahaan fintech "peer to peer lending"-nya di Jakarta, Selasa (9/4/2019). (Antara/Ahmad Buchori)

Jakarta (ANTARA) - PT Berdayakan Usaha Indonesia (Batumbu), perusahaan fintech “peer to peer lending”, yakin bakal berperan dalam pembinaan usaha kecil dan menengah (UKM) dengan model bisnis pola kemitraan dan melibatkan asuransi dalam mempertemukan pemilik dana dengan pengguna dana dengan menggunakan platform digital.

“Sebagian pelaku UKM tidak sekadar membutuhkan akses keuangan yang mudah, murah dan cepat. Mereka juga memerlukan pembiayaan yang fleksibel, sesuai dengan kebutuhan dan berkelanjutan,” kata CEO dan Co-founder Batumbu Sonny Christian Joseph kepada wartawan di Jakarta, Selasa.

Sonny menjelaskan, selain menjembatani UKM melalui mitra, dengan pemilik dana, Batumbu peduli pada peningkatan kapasitas usaha peminjam. Untuk itu, Batumbu yang sudah terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK) akan menyelenggarakan berbagai peningkatan kapasitas bagi UKM melalui penyebaran informasi dan pengetahuan, pelatihan maupun konsultasi bisnis.

“Mereka bukan cuma butuh modal kerja, tetapi juga mitra dan pendamping untuk tumbuh dan berkembang. Kami hadir untuk itu,” kata Sonny yang sebelumnya bankir dengan pengalaman kerja 23 tahun.

Ia menjelaskan, meski jumlah pemain makin banyak, industri fintech tetap menyimpan potensi yang menjanjikan karena belum semua segmen terlayani secara optimal, terutama dalam pembiayaan modal kerja untuk pelaku UKM.

Batumbu, katanya, sebagai platform digital diluncurkan untuk menjembatani pemilik dana dengan pelaku UKM yang membutuhkan pembiayaan modal kerja untuk sektor produktif melalui pola kemitraan strategis yang unik karena berbeda dengan perusahaan serupa.

“Kemitraan strategis berperan penting dalam menghasilkan pembiayaan yang berkualitas dan berkelanjutan dalam skala yang luas,” katanya.

Saat ini, katanya, Batumbu sudah memiliki tiga mitra yang masing-masing bergerak di sektor perkebunan sawit, garmen dan logistik. Tahun ini Batumbu ditargetlam akan bekerja sama dengan delapan hingga 10 mitra lagi.

Batumbu juga melibatkan asuransi dalam melindungi pembiayaan sehingga penyedia dana merasa aman dalam kegiatan tersebut. Premi asuransi dibayar oleh mitra yang biasanya memiliki ekosistem pelaku UKM.

Pemegang saham Batumbu antara lain Validus Capital Pte Ltd, peer to peer lending terbesar di Singapura, serta Triputra Group yang merupakan kelompok usaha nasional yang bergerak di sejumlah sektor industri dan kini aktif mendanai perusahaan rintisan.

“Kami mengadopsi platform Validus, dan melakukan improvisasi untuk disesuaikan dengan karakteristik pasar UKM di Indonesia,” kata Sonny.




Pewarta: Ahmad Buchori
Editor: Nusarina Yuliastuti
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Mastel : Model bisnis operator perlu diubah

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar