Jakarta (ANTARA) - PT Berkarya Makmur Sejahtera, perusahaan milik Hutomo Mandala Putra (Tommy Soeharto) menggandeng perusahaan asal Dubai Bin Zayed Group untuk mendanai sejumlah proyek di Indonesia.

Kerja sama ini dituangkan dalam bentuk nota kesepahaman (MOU) yang ditandatangani CEO Bin Zayed Group Sheik Midhat Kamil Kidwai dan Direktur Utama PT Berkarya Makmur Sejahtera Milasari Kusumo di Jakarta, Kamis.

Sebagai langkah awal, jelas Tommy, perusahaannya akan mengembangkan rumah murah dan terkait hal itu Bin Zayed Group akan menyiapkan dana investasi sekitar 3 miliar hingga 5 miliar dolar AS atau setara antara Rp42 triliun hingga Rp70 triliun (asumsi kurs Rp14.000).

Sedangkan untuk proyek selanjutnya, Tommy mengatakan akan dipergunakan untuk membiayai pembangunan pembangkit listrik tenaga panas bumi.

Terkait pembangunan rumah, Tommy mengatakan, perumahan di Indonesia selama ini masih kekurangan untuk itu hadirnya Bin Zayed untuk mendukung dari segi pembiayaan.

Tommy mengatakan, dengan kerja sama ini diharapkan dapat memberikan efek domino karena dari pembangunan akan menimbulkan banyak lapangan kerja.

"Dampaknya domino pembangunan proyek tersebut adalah berkembangnya proyek pasir galian, galian batu, warung pun akan bisa berkembang karena proyek tersebut, karena memang akan berdampak dari buruh-buruh di situ. Bisa menghidupkan lapangan pekerjaan baru," paparnya.

Ia menambahkan, untuk rumah murah yang akan dibangun sendiri ditargetkan 500 ribu hingga 1 juta unit.

"Kalau harga satu rumahnya Rp145 juta maka dari sumber dana tersebut setidaknya perusahaan dapat memproduksi sebanyak 500.000 rumah tinggal," ujar Tommy.

Meskipun demikian, Tommy mengatakan tidak akan membangun seluruhnya karena harus melihat kelayakannya terlebih dahulu.

"Kita lihat lokasinya dulu kemudian ada tidaknya transportasi," kata Tommy.

Pada kesempatan sama, Direktur Utama Berkarya Makmur Sejahtera Milasari Kusumo Anggraini mengatakan, terkait rencana pembangunan rumah murah ini akan didetailkan dalam tiga bulan ke depan.

"Siang hari ini MoU akan dilakukan untuk pertama kali untuk huniann terjangkau tentunya akan dijalankan tiga bulan ke depan bisa finalisasi. Mudah-mudahan kita bisa eksekusi dengan baik," paparnya.

Baca juga: Pemerintah siapkan alternatif pembiayaan pembangunan rumah murah
Baca juga: Legislator sebut pembangunan rumah murah juga tanggung jawab swasta


 

Pewarta: Ganet Dirgantara
Editor: Edy Sujatmiko
Copyright © ANTARA 2019