counter

Prajurit Yonif Raider 142/KJ diseleksi untuk pengamanan perbatasan

Prajurit Yonif Raider 142/KJ diseleksi untuk pengamanan perbatasan

Anggota Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan (Satgas Pamtas) RI-Timor Leste dari satuan Yonif Raider 408/Suhbrastha berpatroli di daerah perbatasan Pos Salore Desa Salore, Kabupaten Belu, NTT Selasa, (19/3/2019). Satgas Pamtas RI - Timor Leste meningkatkan pengawasan di wilayah perbatasan dengan cara melaksanakan patroli gabungan dengan kepolisian jelang pelaksanaan Pemilu 2019. ANTARA FOTO/Kornelis Kaha/foc.

Jambi (ANTARA) - Sebanyak 440 personel prajurit Batalyon Infanteri Raider (Yonif R) 142/Ksatria Jaya, Jambi melaksanakan tes kesegaran jasmani untuk mengikuti seleksi tugas mengamankan perbatasan Republik Indonesia -Republik Demokratik Timor-Leste (RDTL).

Seleksi tes kesegaran Jasmani bagi prajurit Batalyon di daerah perbatasan Indonesia dan Timor Leste diselenggarakan oleh Tim Jasrem 042/Gapu di lapangan KONI Jambi, Senin lalu dan akan dinilai oleh tim untuk diumumkan, kata Komandan Yonif Raider 142/KJ, Mayor Inf Ikhsanudin, di Jambi, Selasa.

Tahap pertama dilakukan seleksi sebanyak 150 prajurit dari jumlah 440 prajurit gabungan, berikutnya sebanyak 150 orang personel dan pada hari ketiga tanggal 24 April sebanyak 140 prajurit.

"Memang aturan yang harus dilaksanakan untuk operasi, yakni melakukan seleksi berdasarkan syarat-syarat yang ada. Tidak semua prajurit berangkat. Jambi menyiapkan 440 prajurit, terdiri dari 320 prajurit dan selebihnya dari satuan yang ada di Kodam  II/Swj, Patop dari Topdam II/Swj, Danton dari Yonif 143/TWEJ dan Dokter dari Kesdam II/Swj.

Sedangkan untuk bintara dan tamtama ada penambahan dari Yonif Raider 200/BN sejumlah 30 orang tamtama, Yonif 141/AYJP sejumlah 45 orang tamtama, Yonif 143/TWEJ 12 orang tamtama, Yonif 144/JY 12 orang tamtama, Kesdam II/Swj 10 orang (lima bintara dan lima tamtama), Hubdam II/Swj sejumlah tiga orang bintara, Paldam II/Swj 1 satu orang tamtama, ujarnya.

"Jadi komposisi secara keseluruhan untuk perwira ada tujuh orang, bintara delapan orang dan tamtama 105 orang," kata Mayor Ikhsan.

Menurut Ikhsan, seleksi yang harus diikuti peserta diantaranya tes kesehatan umum dan tes kesamaptaan jasmani serta kesehatan jiwa dan ada beberapa materi seleksi yang diikuti peserta yakni pemeriksaan kesehatan dan pemeriksaan kesehatan jiwa, tes kesegaran jasmani dan pemeriksaan psikologi.

Dijelaskannya total semua prajurit yang akan bertugas mengamankan perbatasan Republik Indonesia -Republik Demokratik Timor-Leste (RDTL) ada sebanyak 400 orang prajurit dari gabungan beberapa satuan yang ada di Kodam II/Swj.

Dalam arahan di hadapan para prajurit,  Mayor Inf Ikhsanudin juga berpesan agar seluruh proses seleksi harus diselesaikan dengan baik dan penuh semangat. "Seluruh prajurit harus memperhatikan faktor keamanan dan lakukan tes dengan baik karena anda akan dipilih sesuai jabatan, jaga keamanan personel selama seleksi ini."

Dijadwalkan Pasukan Batalyon Infanteri Raider (Yonif R) 142/Ksatria Jaya akan berangkat melaksanakan tugas mengamankan perbatasan Republik Indonesia - Republik Demokratik Timor-Leste (RDTL) pada minggu ke-II Juli 2019.

Baca juga: Batalyon infantri latihan pengamanan perbatasan Indonesia-Timor Leste

Baca juga: Kondisi keamanan di perbatasan Indonesia-Timor Leste kondusif

 

Kodam Cenderawasih lepas 1350 prajurit perbatasan

Pewarta: Nanang Mairiadi
Editor: Zita Meirina
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar