counter

Dukung pariwisata, Ekspedisi Pinisi latih nelayan tradisional

Dukung pariwisata, Ekspedisi Pinisi latih nelayan tradisional

Kegiatan bersih sampah di Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur, Rabu (24/4/2019. (Dokumentasi Iskindo)

...nelayan di Labuan Bajo yang hasil tangkapannya langsung dipasarkan ke hotel dan restoran untuk konsumsi wisatawan asing, sehingga penanganan ikan harus betul-betul higienis
Jakarta (ANTARA) - Ekspedisi Pinisi Bakti Nusa yang digelar oleh Ikatan Sarjana Kelautan Indonesia (Iskindo) bersama-sama dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) dan Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) Kemenkominfo menggelar pelatihan bagi nelayan tradisional di Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur (NTT).

"Untuk mendukung pengembangan pariwisata Labuan Bajo, Ekspedisi Pinisi Bakti Nusa akan menggelar serangkaian kegiatan kampanye dan pelatihan penanganan ikan hasil tangkapan dan penggunaan aplikasi internet bagi nelayan," kata Koordinator Program Ekspedisi Pinisi, Moh Abdi Suhufan, dalam rilis yang diterima di Jakarta, Rabu.

Moh Abdi memaparkan kegiatan tersebut dilakukan pada tanggal 24-25 April 2019 di Pelabuhan Labuan Bajo. Saat ini Ekspedisi Pinisi sedang menyelesaikan pelayaran trip 5 dan sandar di Labuan Bajo, yang merupakan titik ke-49 dari target 74 titik singgah.

Ia juga mengemukakan bahwa kegiatan di Labuan Bajo merupakan kontribusi ekspedisi untuk pariwisata Labuan Bajo yang saat ini sedang tumbuh pesat.

"Kami akan membantu kampanye penanggulangan sampah plastik Laut Bajo melalui aksi bersih sampah yang akan dilakukan bersama nelayan dan masyarakat Labuan Bajo," kata Abdi.

Direktur Jenderal Perikanan Tangkap, Kementerian Kelautan dan Perikanan Muh Zulficar Mochtar mengatakan bahwa pembinaan nelayan kecil perlu mendapat perhatian pemerintah sebab menjadi tumpuan penangkapan ikan di Indonesia saat ini.

"Nelayan kecil perlu mendapat perhatian khusus, apalagi nelayan di Labuan Bajo yang hasil tangkapannya langsung dipasarkan ke hotel dan restoran untuk konsumsi wisatawan asing, sehingga penanganan ikan harus betul-betul higienis," kata Zulficar.

KKP, lanjutnya, akan mendukung pariwisata Labuan Bajo melalui dukungan penyediaan sarana dan prasarana bagi nelayan kecil. Salah satu bentuk dukungan adalah penyediaan aplikasi internet bagi nelayan agar dapat menangkap ikan secara efisien dengan bantuan perangkat teknologi.

“Nelayan Indonesia mesti adaptif terhadap teknologi komunikasi agar kegiatan penangkapan ikan dapat berlangsung efisien” kata Zulficar.

Informasi tentang lokasi penangkapaan, kapan waktunya, dan pasarnya di mana, akan disediakan oleh platform internet yang sudah dikembangkan oleh BAKTI yang berkerja sama dengan beberapa service provider.

Sementara terkait dengan aksi bersih sampah di TPI Labuan Bajo dan Pulau Biningko, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan Manggarai Barat, Yeremias Ontong mengatakan bahwa aksi ini melibatkan 200 orang nelayan, masyarakat sekitar TPI, pedagang pasar, dan kuli angkut di TPI Labuan Bajo.

"Sampah yang dikumpulkan mencapai 400 kilogram terdiri dari botol plastik, kantong plastik, dan lain-lain, yang merupakan sisa sampah yang selama ini tidak terangkut," kata Yeremias.

TPI Labuan Bajo merupakan pusat kegiatan jual beli ikan yang saat ini menampung 180 pedagang. TPI terletak di Kelurahan Labuan Bajo, Kecamatan Komodo, NTT.

 

Pewarta: M Razi Rahman
Editor: Risbiani Fardaniah
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Puncak Waringin Labuan Bajo sasar wisatawan mancanegara

Komentar