Metropolitan

Ribuan personel gabungan dikerahkan dalam Operasi Keselamatan 2019

Ribuan personel gabungan dikerahkan dalam Operasi Keselamatan 2019

Polisi lalu lintas mengikuti Apel Gelar Pasukan Operasi Keselamatan Jaya 2019 di lapangan Promoter Ditlantas Polda Metro Jaya, Jakarta, Senin (29/4/2019). ANTARA FOTO/Reno Esnir/wsj. (ANTARA FOTO/RENO ESNIR)

Jakarta (ANTARA) - Ribuan personel gabungan dari beberapa satuan akan diturunkan dalam Operasi Keselamatan 2019 mulai Senin hingga 14 hari ke depan.

Untuk personel Operasi Keselamatan, seluruhnya ada 2.771 yang terdiri atas TNI, Dishub, Satpol PP dan instansi terkait.

"Dari Polri kurang lebih 2.300, itu bukan dari lalu lintas saja ya, ada dari Sabhara, juga Reskrim," kata Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusuf di Polda Metro Jaya, Senin.

Yusuf menjelaskan sedikitnya akan ada tiga titik yang menjadi konsentrasi operasi tersebut. Yaitu sepanjang Jalan Benyamin Sueb di sekitar Gedung Manggala Wanabakri.

lokasi kedua, yaitu Jalan Gatot Subroto dan titik ketiga di Jalan Perintis Kemerdekaan simpang Coca Cola.

"Titik-titiknya masih dirumuskan ya, tapi kalau nggak salah sudah ada tiga titik, di Benjamin Sueb, Manggala Wanabakti dan dekat simpang Coca-Cola," ujarnya.

Sebelumnya, Kapolda Metro Jaya Irjen Gatot Eddy Pramono memimpin apel pasukan Operasi Keselamatan 2019 Senin pagi. Apel tersebut berlangsung di Lapangan Promoter Ditlantas Polda Metro Jaya dan diikuti oleh ratusan personel Polri, TNI dan Dishub.

Gatot mengatakan, operasi tersebut digelar untuk pendidikan masyarakat terkait tertib lalu lintas. Operasi itu juga bertujuan mengedukasi masyarakat.

"Pada Operasi Keselamatan 2019 ini, kita prioritaskan kegiatan Dikmaslantas yang mampu mewujudkan rasa simpatik masyarakat kepada Polri khususnya Polantas, di samping itu untuk mengedukasi masyarakat agar menciptakan situasi yang tertib," ujar Gatot.

Dalam operasi yang sudah mulai efektif pada hari Senin ini, ada tujuh pelanggaran lalu lintas yang akan ditertibkan, yakni menggunakan telepon saat mengemudi, tidak menggunakan sabuk pengaman saat berkendara dan tidak menggunakan helm berstandar nasional.

Selain itu, pelanggaran melawan arus lalu lintas, mengendarai kendaraan di bawah pengaruh alkohol, narkoba, mengemudikan kendaraan di bawah umur dan yang terakhir mengemudikan kendaraan pada kecepatan maksimal.
Baca juga: Polda Metro Jaya gelar operasi keselamatan lalu lintas selama 14 hari
Baca juga: Ada 12 E-TLE dari Harmoni hingga Bundaran Senayan
Baca juga: Berbagai serikat buruh datangi Polda Metro Jaya terkait "Mayday"

Pewarta: Ricky Prayoga
Editor: Sri Muryono
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar