counter

Laporan dari London

Empal dan Sayur lodeh menu berbuka di KBRI London

Empal dan Sayur lodeh menu berbuka di KBRI London

Sejumlah warga dari sekira 250-an umat Islam Indonesia di Inggris mengikuti acara buka puasa bersama di Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) London, Kerajaan Inggris, Sabtu malam (19/5/2018) waktu setempat. (ANTARA News/Zeynitta Gibbons)

London (ANTARA) - Duta Besar Indonesia untuk Kerajaan Inggris merangkap Irlandia dan International Maritime Organization(IMO), Dr. Rizal Sukma dan Ibu Hana A. Satriyo hadir bersama kurang lebih 250 umat muslim Indonesia yang tinggal di London dan sekitarnya, melaksanakan acara buka puasa bersama setelah berpuasa selama kurang lebih 18 jam, di KBRI London, Sabtu malam.

Pensosbud KBRI London, Thomas Siregar kepada Antara London, Minggu mengatakan acara “bukber” diadakan Pengajian Masyarakat Indonesia-London diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Quran, dilanjutkan dengan ceramah agama disampaikan Ustadh Abdul Atiq Syarifuddin yang didatangkan dari Indonesia.

Ustadh Atiq, lulusan Universitas Umm Al-Qura Makkah memulai ceramahnya dengan mengajak hadirin untuk mengucap syukur kepada Alloh Swt karena diberikan kesehatan dan kekuatan untuk menjalani ibadah puasa yang cukup panjang selama 18 jam.

Dalam ceramah menjelang berbuka puasa, Ustadh Atiq menjelaskan lebih dalam mengenai makna Puasa Ramadhan, yang tujuannya adalah lebih dari sekedar menahan rasa lapar dan dahaga.

Dikatakannya Puasa Ramadhan apabila dilaksanakan dengan sungguh-sungguh sesuai yang dicontohkan Nabi Muhammad SAW akan meningkatkan iman dan akhlak orang yang melaksanakannya.

Untuk itu, Ustadh Atiq menganjurkan agar selama bulan Ramadhan, seorang muslim semakin memperbanyak ibadah sholat (berdzikir), membaca Al-Quran dan menunaikan dzakat (meningkatkan kepekaan sosial).

Ustadz Atiq juga menyampaikan bahwa bulan Ramadhan tidak sekedar menahan lapar dan dahaga tetapi menuju satu titik yaitu menuju kepada ketakwaan.

Dikatakannya ada tiga pesan yang ingin disampaikan dalam bulan suci Ramadhan selaln menahan haus dan lapar juga bulan dimana diturunkannya Al Quran atau yang dikenal dengan Malam Lailatul Qadar.

Setelah ceramah acara dilanjutkan dengan buka puasa bersama yang diawali dengan sajian ringan takjilberupa kurma, kolak pisang, martabak telor dan bubur sumsum. Setelah pelaksanaan sholat Maghrib berjamaah yang dipimpin Ustadh Atiq, seluruh hadirin menyantap makan malam bersama dengan menu khas Indonesia yakni daging empal, bakwan jagung, ikan tongkol, sayur lodeh dan kerupuk.

Selama berada di Inggris, Ustadh Atiq yang didampingi istrinya Ustadzah Amani Syahidah yang juga lulusan UniversiAl-Qura Makkah dijadwalkan memberikan ceramah di berbagai komunitas muslim Indonesia yang ada di beberapa kota diluar London, diantaranya Manchester, Bristol, Leeds, Newcastle dan beberapa kota lainnya.

Koordinator Pengajian Masyarakat Indonesia London, Thomas Siregar, menjelaskan kegiatan buka puasa bersama dengan menghadirkan penceramah dari Indonesia selama bulan Ramadhan merupakan program rutin yang dilaksanakan setiap tahun.

Acara buka puasa juga dihadiri wakil Kepala Perwakilan KBRI London Adam M. Tugio dan istri, serta staff KBRI London, para pelajar maupun diaspora Indonesia yang tinggal di London dan sekitarnya.

Buka puasa bersama diadakan setiap akhir pekan sebelumnya juga diadakan di Wisma Nusantara kediaman Dubes RI di London pada Sabtu minggu pertama.

Menjalani ibadah puasa di bulan suci Ramadhan di Inggris tahun ini sangat berbeda dengan di Tanah Air karena di negeri Ratu Elizabeth II itu memiliki empat musim dan kali ini Ramadhan jatuh pada musim panas, sehingga waktu Maghrib hampir mendekati pukul 21.00 dan Imsak pukul 03.00. Dengan kata lain, berpuasa di Inggris hampir selama 19 jam di tengah suhu udara sekira 28 derajat Celcius.

Rindu kampung halaman juga terlihat bagi tamu acara buka puasa bersama KBRI London, dan hal itu terlihat saat menikmati takjil dengan jajanan khas Indonesia.(ZG)
 

Pewarta: Zeynita Gibbons
Editor: Eliswan Azly
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Pencak silat merambah London

Komentar