counter

Warga Palu serbu operasi pasar elpiji

Warga Palu serbu operasi pasar elpiji

Petugas menata tabung elpiji ukuran tiga kilogram bersubsidi yang ditukarkan oleh warga dalam operasi pasar di Palu, Sulawesi Tengah, Rabu (22/5/2019). ANTARA FOTO/Mohamad Hamzah/aww. (ANTARA FOTO/MOHAMAD HAMZAH)

Palu (ANTARA) - Warga Palu di Provinsi Sulawesi Tengah menyerbu operasi pasar khusus elpiji subsidi 3 kg yang digelar oleh PT Pertamina untuk membantu menenuhi kebutuhan masyarakat menghadapi Hari Raya Idul Fitri 1440 Hijiriah.

Pantauan Antara, Jumat, mobil truk yang membawa gas elpiji sebanyak 600 tabung langsung diserbu warga yang datang ke lokasi operasi pasar di Kecamatan Palu Selatan.

Warga yang tidak sabar langsung mendekati kendaraan sehingga petugas terpaksa menertibkan mereka dengan membentuk satu barisan.

Wargapun antre untuk mendapatkan elpiji 3kg dengan harga Rp16.000/tabung. Harga itu sesuai dengan HET (Harga Eceran Tertinggi) yang ditetapkan pemerintah.

Operasi pasar hanya melayani satu orang maksimal dua tabung dengan catatan membawa kartu keluarga atau KTP.

"Tanpa KTP atau KK, tidak akan dilayani," kata seorang petugas.

Dalam beberapa hari terakhir, Pertamina menggelar operasi pasar dalam rangka menghadapi ramadhan dan Lebaran.

Sementara di pangkalan pengecer, jatah elpiji yang disalurkan Pertamina terbatas dan disesuaikan dengan kebutuhan warga di wilayah itu.

Gas elpiji 3kg banyak dijual di luar pangkalan seperti di kios-kios, dengan harga Rp25.000/tabung-Rp35.000/tabung, jauh di atas HET.

Satgas pangan bersama Pemerintah dalam rangka menertibkan penjualan elpiji 3kg telah beberapa kali melakukan razia dan menyita tabung-tabung elpiji 3kg yang dijual di kios-kios.

Namun demikian, hingga kini masih banyak juga kios yang menjual elpiji subsidi.
Baca juga: Pertamina siapkan ribuan elpiji bersubsidi operasi pasar
Baca juga: Operasi Pasar elpiji bersubsidi Penajam sasar 45 Titik

 

Pertamina gandeng kepolisian awasi penjualan Gas Elpiji diatas HET

Pewarta: Anas Masa
Editor: Royke Sinaga
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar