Zuckerberg kembali pimpin Facebook walau para pemilik saham geram

Zuckerberg kembali pimpin Facebook walau para pemilik saham geram

CEO Facebook Mark Zuckerberg terlihat melalui kaca reflektif saat ia duduk di kantor Senator Bill Nelson (D-FL) saat ia menunggu untuk bertemu di Hart Senate Office Building di Washington, Amerika Serikat, Senin (9/4/2018). (REUTERS/Leah Millis).

Jakarta (ANTARA) - CEO Facebook, Mark Zuckerberg kembali terpilih sebagai pemimpin berdasarkan pemungutan suara dari para pemegang saham yang berlangsung di Amerika Serikat, Kamis waktu setempat.

Padahal sebelumnya, para pemegang saham dalam pertemuan tahunan tersebut meminta Facebook menunjuk ketua independen baru untuk menggantikan Zuckerberg, seperti diberitakan Fortune, karena perusahaan tersebut menghadapi berbagai masalah besar, termasuk soal perlindungan data, saat kepemimpinan Zuckerberg.

Dalam pertemuan tersebut, Zuckerberg mendapat kritik tajam dari mitra mereka Arjuna Capital. Perwakilan dari Arjuna, Natasha Lamb bertanya apakah Zuckerberg mau mundur dari jabatannya sebagai pemimpin perusahaan layanan media sosial itu.

Zuckerberg tidak langsung menjawab pertanyaan tersebut, dia berbicara mengenai pentingnya regulasi dari pemerintah.

"Pertanyaan besar yang harus kita jawab adalah apa kerangka yang tepat yang dapat memecahkan masalah yang kita hadapi," kata Zuckerberg.

Baca juga: Zuckerberg disebut sebar data pengguna Facebook

Salah seorang ketua independen Facebook, Susan Desmond-Helmann, mendapat pertanyaan apakan dia akan membuat sesi khusus para eksekutif untuk membahas bagaimana jika jabatan Zuckerberg dipindahkan ke orang lain.

"Jawabannya: tidak," kata Susan.

"Perusahaan, saya dan jajaran direksi merasa nyaman dengan operasional saat ini, dengan Mark sebagai pimpinan sekaligus CEO," ujar Susan.

Pada April lalu, Trillium Asset Management dalam surat menyatakan dukungan untuk meminta Zuckerberg mundur sebagai pimpinan Facebook. Menurut mereka, dewan Facebook absen atau tidak dapat memberikan pengawasan dan akuntabilitas yang diperlukan saat ini.

Tapi, direktur independen belum cukup untuk saat ini.

Baca juga: Bagaimana nasib Facebook pada 2100?

Change of Color and Majority Action juga meminta pemegang saham untuk meminta Zuckerberg mundur karena Facebook dinilai gagal untuk menghentikan penyebaran ujaran kebencian, misinformasi dan masalah privasi, ditandai dengan keluarnya Chief Product Officer Chris Cox.

Organisasi tersebut juga meminta pemegang saham untuk mendukung tuntutan yang berbeda bahwa para pemangku kepentingan memikili kekuasaan yang sama untuk memilih direktur serta meminta Facebook untuk memberikan rincian mengenai sejumlah hal, diantaranya mengenai struktur bisnis dan perbedaan gaji berbasis gender.

Tapi, proposal tersebut juga gagal.

Pada 2017 lalu, sejumlah pemegang saham berpendapat Zuckerberg terlalu kuat dan Facebook butuh badan independen untuk mengecek dia.

Trilium mengetahui bahwa suara dari pemegang saham tidak akan mengubah apa pun saat ini, namun, mereka berencana untuk mengirim surat.

Baca juga: Pendiri Facebook Chris Hughes kritik Zuckerberg

Penerjemah: Natisha Andarningtyas
Editor: Imam Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Uang virtual Libra Facebook tidak berlaku di Indonesia

Komentar