Khatib Jumat: Syawal bulan kembalinya umat Islam kepada fitrah

Khatib Jumat: Syawal bulan kembalinya umat Islam kepada fitrah

Khutbah ibadah shalat Jumat disampaikan ustadz Syaifuddin, S.Thi di Masjid Agung Baiturahman, pekan pertama bulan Syawal 1440 H. (FOTO ANTARA/Muhsidin)

Umat Islam diharapkan mampu meningkatkan amal kebaikannya pada bulan Syawal seperti dilakukan bulan Ramadhan
Biak (ANTARA) - Khatib shalat Jumat di Masjid Agung Baiturahman, Kabupaten Biak Numfor, Provinsi Papua menyatakan bahwa Syawal adalah bulan di mana kembalinya umat Islam kepada fitrahnya serta diampuni semua kesalahan dosanya setelah melakukan ibadah puasa Ramadhan sebulan penuh.

"Barangsiapa berpuasa di bulan Ramadhan, kemudian mengikutinya dengan enam hari di bulan Syawal, maka ia seperti berpuasa setahun," kata pengajar Pondok Pesantren Darud Da'wah Wal Irsyad (DDI) Babussalam, Mandouw, Kabupaten Biak Numfor, ustadz Syaifuddin S.Thi pada khutbah Jumat yang mengangkat tema "Keutamaan bulan Syawal" di Masjid Agung Baiturahman Biak, Jumat.

Ia mengakui, keistimewaan bulan Syawal yang paling utama adalah peningkatan kualitas dan kuantitas amal ibadah.

Pengertiaan Syawal secara harfiyah, menurut Syaifuddin, adalah peningkatan ibadah sebagai hasil latihan selama satu bulan Ramadhan.

"Umat Islam diharapkan mampu meningkatkan amal kebaikannya pada bulan Syawal seperti dilakukan bulan Ramadhan,"katanya.

Bulan Syawal dalam pengertian lain, menurut dia, adalah bulan penuh ceria karena identik dengan serba baru Di Indonesia.

Misalnya di bulan Syawal, lanjutnya, seseorang membeli baju baru, sepatu baru, perabot rumah tangga baru, dan lain-lain.

"Bulan Syawal juga dijadikan orang-orang bersuka cita, bersalaman, berpelukan, bertangis bahagia, mengucap syukur yang agung, meminta maaf, memaafkan yang bersalah,"katanya.

Ia mengingatkan warga Muslim di Biak Numfor selepas Ramadhan diharapkan meraih derajat takwa serta menjadi orang-orang muttaqin.

Segala amal-amal yang  telah dibiasakan di bulan Ramadhan, katanya, hendaknya dapat dipertahankan selama bulan Syawal dan bulan-bulan berikutnya.

"Tilawah Quran kita yang setiap hari dibacakan dalam bulan Ramadhan hingga shalat tarawih, witir dan tajahud di bulan Syawal ini hendaknya kita tetap laksanakan dalam artian melanjutkan ibadah dengan istiqamah" katanya.

"Bahkan saat di bulan Ramadhan kita senantiasa memberikan Infaq dan sedekah maka di bulan Syawal seterusnya hendaknya kita amalkan sehingga menambah pahala," tambahnya.

Karena itu, katanya, begitu banyak keutamaan bulan Syawal sehingga jika diamalkan maka umat Islam akan  memperoleh ganjaran pahalan yang melimpah dari Allah SWT.

Pelaksanaan saslat Jumat pekan pertama bulan Syawal di Masjid Agung Baiturahman Distrik Biak Kota dihadiri jamaah masjid dari berbagai kampung dipimpin Imam ustadz H Abdul Wahid berjalan kondusif hingga selesai.

Baca juga: Kumandang Takbir bergema sambut Idul Fitri 1440 Hijriyah di Biak

Baca juga: Khatib: Umat Islam Biak implementasikan nilai ibadah Ramadhan

Baca juga: Umat Islam Biak lepas balon udara tradisi semarakkan Idul Fitri

 

Pewarta: Muhsidin
Editor: Andi Jauhary
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar