counter

Tanggul Embung Tirawan Kotabaru ambruk akibat curah hujan tinggi

Tanggul Embung Tirawan Kotabaru ambruk akibat curah hujan tinggi

Kondisi Tanggung Embung Tirawan Kotabaru. (Antaranews Kalsel/ist/ftr/imm)

Setelah runtuhnya tanggul, embung praktis tak bisa lagi maksimal menampung air sehingga berdampak pada terganggunya distribusi air bersih ke ribuan pelanggan tersebut.
Kotabaru (ANTARA) - Tanggul Embung Tirawan yang merupakan salah satu sumber air baku (intake) PDAM Kotabaru, Kalimantan Selatan, Sabtu (8/6) siang ambruk, setelah wilayah tersebut diguyur hujan deras hingga beberapa jam.

"Yang jebol wilayah tanggul sebelah kanan dan ada juga bangunan infrastruktur pendukung," ujar Humas PDAM Kotabaru Syarwani.

Ia menekankan kejadian ini murni faktor alam dan tidak ada masalah dengan struktur bangunan.

Embung Tirawan yang baru diresmikan pada pertengahan 2017 memiliki kapasitas 250 ribu kubik dan menyuplai kebutuhan air bersih untuk lima ribu pelanggan lebih.

Setelah runtuhnya tanggul, embung praktis tak bisa lagi maksimal menampung air sehingga berdampak pada terganggunya distribusi air bersih ke ribuan pelanggan tersebut.

"Dampaknya sangat luas ya karena ini melayani lebih dari lima ribu pelanggan. Ada intake lama, tapi paling bisa teraliri seribuan pelanggan," kata Syarwani.

Ia melanjutkan koordinasi masih dilakukan dengan manajemen perusahaan serta petugas di lapangan terkait langkah selanjutnya yang akan ditempuh guna mencari solusi atas kondisi ini.

Di sisi lain, untuk beberapa intake PDAM Kotabaru lainnya terpantau aman, namun distribusi air bersih ke pelanggan sementara juga terganggu akibat keruhnya air dan terjadi penyumbatan.

"Memang ada gangguan tapi ini mudah ditangani, kalau kerusakan Embung Tirawan ini perlu proses panjang," tandasnya.

Salah Satu Ruas Tol Trans Sumatera Dapat Difungsikan

Pewarta: Imam Hanafi
Editor: Ridwan Chaidir
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar