counter

BKIPM lepas 1,2 juta ekor benih ikan di Waduk Sermo Kulon Progo

BKIPM lepas 1,2 juta ekor benih ikan di Waduk Sermo Kulon Progo

Kepala Badan Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (BKIPM) Rina melepas 1,2 juta ekor ikan tawes dan nilam di Waduk Sermo, Kabupaten Kulon Progo. (Foto ANTARA/Sutarmi)

Kami juga mengimbau kepada nelayan Waduk Sermo untuk terus menangkap red devilnya, supaya populasinya semakin berkurang sehingga ikan-ikan endemik bisa berkembang baik
Kulon Progo (ANTARA) - Badan Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan melepaskan 1,2 juta ekor benih ikan tawes dan nila di Waduk Sermo, Kecamatan Kokap, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, dalam rangka menekan berkembangnya predator "red devil" di waduk tersebut.

Kepala Badan Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (BKIPM) Rina di Kulon Progo, Senin, mengatakan tebar benih ikan itu dalam rangka restoking endemik di Waduk Sermo.

"Tahun ini, kami meluncurkan Bulan Bakti BKIPM di DIY. DIY ini memiliki waduk di Kulon Progo, yakni Waduk Sermo. Kita lihat di sini (Waduk Sermo) banyak ditemukan ikan invasif red devil. Salah satu upaya penanggulangan ini dilakukan dengan pelepasan ikan endemik," kata Rina di sela pelepasan 1,2 juta ekor benih ikan di Waduk Sermo.

Ia mengatakan pelepasan benih ikan ini juga merupakan cara menjaga sumber daya plasma nutfah tidak habis, dengan menjaga yang tidak boleh masuk dan tidak boleh keluar. Predator red devil ini bukan berasal dari Indonesia, saat itu masuk sebagai ikan hias karena tidak sengaja lepas di perairan umum dan berkembang biak dengan cepat.

Jenis ikan red devil ini sangat invasif, menghabiskan tempat, makanan yang ada dan memakan benih-benih ikan yang ada sehingga BKIPM bertanggung jawab mengembalikan ikan-ikan endemik di Waduk Sermo yang memiliki nilai ekonomis tinggi, dibandingkan ikan red devil. Jenis ikan ini pada dasarnya, tidak dikonsumsi.

"Hasil informasi dari petugas dan nelayan di Waduk Sermo, bahwa 80 persen ikan merupakan red devil. Hal ini dilihat dari hasil penangkapan ikan, sekali menangkap 80 persennya merupakan red devil," katanya.

Rina mengatakan kalau red devil diganti dengan jenis ikan yang memiliki nilai ekonomis tinggi, dan disukai masyarakat, dan jenis ikan yang hidup di waduk, maka dampak kesejahteraan masyarakat akan sangat baik, terutama bagi mereka yang tergantung dengan Waduk Sermo.

"Kami juga mengimbau kepada nelayan Waduk Sermo untuk terus menangkap red devilnya, supaya populasinya semakin berkurang sehingga ikan-ikan endemik bisa berkembang baik," katanya.

Asisten II Bidang Perekonomian Pembangunan dan SDA Setda Kulon Progo Bambang Tri Budi mengharapakan pelepasan benih ikan itu mampu mendukung pelestarian sumber daya ikan dan dalam rangka mendukung ketahanan pangan, teruma untuk konsumsi protein bagi masyarakat.

"Kami juga berharap kegiatan ini juga mendukung kegiatan wisata di Kulon Progo, yakni di Waduk Sermo. Kami juga berharap restoking di perairan umum dilakukan secara periodik," katanya.

Baca juga: "Cegat" wisatawan, Kulon Progo disarankan buat objek wisata baru

Baca juga: Sultan berharap proyek strategis di Kulon Progo segera selesai

Baca juga: Pelaku wisata Kulon Progo ikuti sertifikasi pemandu wisata

 

Pewarta: Sutarmi
Editor: Agus Salim
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Ekspor ikan Babel meningkat 50 persen

Komentar