Kementerian angkat perkembangan iptek Indonesia ke tingkat ASEAN

Kementerian angkat perkembangan iptek Indonesia ke tingkat ASEAN

Ilustrasi - Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir mencoba menggunakan karya teknologi yang diciptakan mahasiswa dalam acara peluncuran Peringatan Hari Kebangkitan Teknologi Nasional (Hakteknas) ke-24 tahun 2019 di Lapangan Puputan Margarana, Niti Mandala, Denpasar, Bali, Kamis (21/2/2019). (ANTARA FOTO/Nyoman Hendra Wibowo/pras).

Itu sebabnya kita perlu membuka gerbang secara luas dan terus meningkatkan kolaborasi di antara kelompok kerja di masing-masing pilar
Jakarta (ANTARA) - Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) akan mengangkat perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek) ke tingkat ASEAN pada Committee on Science, Technology and Innovation (Costi-76) di Bali.

"Sebagai tuan rumah, kami ingin menginisiasi respons terhadap Revolusi Industri 4.0 dan juga mengangkat perkembangan iptek kita ke tingkat ASEAN," ujar Sekretaris Jenderal Kemenristekdikti Ainun Naim usai membuka Costi-76 di Bali, Rabu.

Ia menambahkan agenda yang menjadi fokus pada pertemuan itu, yakni Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK), teknologi luae angkat, bahan baku, manajemen, dan lainnya. Sejak beberapa tahun yang lalu, Costi menambahkan aspek inovasi.

"Kami juga mengadakan berbagai program selain program ini, mulai dari 'fellowship' untuk peneliti muda. Jadi mereka di negara lain selama satu tahun melakukan penelitian yang relevan," kata Ainun yang juga Chairman ASEAN Costi itu.

Dalam kesempatan itu, ia juga menambahkan Costi berada di bawah pilar ekonomi organisasi negara-negara Asia Tenggara itu.

Namun, kata dia, sampai batas tertentu juga memiliki masalah lintas sektoral dengan pilar sosial budaya serta pilar politik dan keamanan.

"Itu sebabnya kita perlu membuka gerbang secara luas dan terus meningkatkan kolaborasi di antara kelompok kerja di masing-masing pilar," kata dia.

Hal tersebut, kata dia, juga relevan dengan salah satu pendekatan strategis yang diuraikan dalam cetak biru Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) untuk mempromosikan kerja sama, pendekatan bersama dan transfer teknologi antara negara-negara anggota ASEAN dan internasional, organisasi regional, dan sektor swasta.

Ainun juga mengakui tentang pentingnya mengikuti kemajuan teknologi dan ekonomi digital untuk kepentingan pertumbuhan dan perkembangan kawasan.

Ia menyambut baik kemajuan signifikan dalam mengimplementasikan Master Plan on ASEAN Connectivity (MPAC) 2025 menuju komunitas ASEAN yang mulus dan kompetitif.

"Kami juga menggarisbawahi perlunya pendekatan yang lebih holistik untuk mempersiapkan ASEAN menghadapi tantangan yang dibawa oleh Revolusi Industri 4.0," kata dia.

Baca juga: Indonesia Science Day diikuti 52 perguruan tinggi pamerkan inovasi
Baca juga: Pameran Iptek 2019 diharapkan menarik 1.000 peserta mancanegara

 

Pewarta: Indriani
Editor: M. Hari Atmoko
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Indonesia produksi mobil listrik di tahun 2020

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar