Kupang (ANTARA News) - Perdana Menteri Timor Leste, Kay Rala Xanana Gusmao berhasil lolos dari serangan kelompok pemberontak pimpinan Mayor Alfredo Reinaldo di Laulara, saat dia dalam perjalanan dari rumah menuju kantornya Senin pagi. Konsul Republik Timor Leste di Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), Caetano de Sousa Gutteres, yang dikonfirmasi ANTARA di Kupang, Senin, mengakui serangan kelompok bersenjata itu, tetapi Presiden Timor Leste pertama itu berhasil meloloskan diri. Dalam serangan itu, dua pengawal Perdana Menteri Xanana Gusmao dilaporkan hilang. "Saya telah melakukan konfirmasi dengan Dili, dan kami menerima laporan bahwa Perdana Menteri tidak mengalami cedera apa-apa, kecuali dua pengawal yang hilang, dan mobil terjun ke jurang," katanya. Caetano mengatakan serangan yang dilancarkan pada dua pimpinan negara baru itu kemungkinan sudah dilakukan melalui suatu perencanaan yang matang, dan dibagi dalam dua kelompok yang melakukan aksi di lapangan. Satu kelompok dipimpin langsung Mayor Alfredo yang melakukan serangan terhadap Presiden Timor Leste dan satu kelompok lagi bertugas menyerang Perdana Menteri Timor Leste, dalam waktu yang berbeda. Mengenai kondisi Presiden Timor Leste, Ramos Horta, dia mengatakan,saat ini sedang menjalani perawatan di Australia, karena terkena luka tembak. Tetapi dari laporan yang diterima menyebutkan, kondisi presiden dalam keadaan stabil dan saat ini sedang ditangani tim dokter, kata Caetano. (*)

Pewarta:
Copyright © ANTARA 2008