Delegasi duta besar ASEAN kunjungi Museum SMB II Palembang

Delegasi duta besar ASEAN kunjungi Museum SMB II Palembang

Para delegasi dari negara-negara anggota ASEAN nampak mendengarkan penjelasan mengenai koleksi di Museum Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang, Rabu (3/7) (Antara News Sumsel/Aziz Munajar/19)

Palembang (ANTARA) - Delegasi duta besar negara-negara anggota ASEAN mengunjungi Museum Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang pada Rabu untuk melihat latar belakang sejarah kota tersebut serta pengaruhnya terhadap kawasan Asia Tenggara.

Rombongan delegasi nampak antusias melihat koleksi Museum SMB II seperti koin-koin dan prasasti zaman Kerajaan Sriwijaya, senjata peninggalan Kesultanan Darussalam serta koleksi lukisan peperangan masa kolonial Belanda.

Para delegasi ASEAN yang berkunjung ke Museum SMB II antara lain Kasmalati Dato Kassem (Brunei), Ade Patmo Sarwono (Indonesia), Ekkapab (Laos), Sharifah Norhana Aywd Mustafa (Malaysia), Min Lwin (Myanmar), Noel Sarrignan (Philipina), Kok Li Pong (Singapura) dan Ran Duc Binh (Vietnam) dan Phasporn Sangasubana (Thailand).

"Ini merupakan kunjungan pertama kali bagi saya yang begitu singkat sebenarnya, jujur saya baru mengetahui tentang Kota Palembang setelah perhelatan Asian Games 2018," kata Phasporn Sangasubana, asal Thailand, yang menduduki Keketuaan ASEAN saat kunjungan.

Menurut dia, budaya Palembang dan sejarahnnya menarik untuk dipelajari, terutama hubunganya dengan negara-negara lain di Asean yang sebenarnya pernah menjadi kekuasaan Palembang zaman Kerajaan Sriwijaya.

Kota Palembang, kata dia, belakangan menjadi lokasi kunjungan favorit pasca Asian Games 2018. Hal itu dimungkinkan karena banyak informasi menarik yang ikut tersebar seiring meningkatnya pemberitaan mengenai Palembang.

"Kota ini cantik dan bagus, saya berharap bisa ke sini lain hari," kata Phasporn yang sudah tiga hari mengelilingi Kota Palembang bersama para delegasi.

Ia bersama delegasi lain berada di Kota Palembang dalam rangka 'Meeting Connectivity', yakni membicarakan hubungan antar egara dari segi fisik maupun hubungan kemasyarakatan yang bertujuan membuat penduduk Asean bersatu.

Sementara itu Hilman, staff Kementrian Luar Negeri yang mendampingi mereka, mengatakan Kota Palembang dipilih menjadi tujuan 'Meeting Connectivity' karena pembangunan infrastrukturnya yang pesat.

"Kunjungan para delegasi ingin melihat fasilitas infrastruktur Kota Palembang atas kesuksesan menjadi tuan rumah Asian Games," jelas Hilman.

Baca juga: Pertama kali, RI jadi tuan rumah pertemuan angkutan udara ASEAN-China
Baca juga: Korsel sambut baik tinjauan ASEAN tentang Indo-Pasifik
Baca juga: Wawasan Indo-Pasifik usulan Indonesia jadi landasan ASEAN

 

Pewarta: Aziz Munajar
Editor: Mohamad Anthoni
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar