Pembebasan lahan Tol Pekanbaru-Dumai tersendat

Pembebasan lahan Tol Pekanbaru-Dumai tersendat

Sejumlah pekerja tengah mengaspal jalan di proyek Jalan Tol Pekanbaru-Dumai seksi I di Provinsi Riau, Selasa (30/4/2019). ANTARA FOTO/FB Anggoro/hp.

Sementara pada seksi V dan VI tidak ada persoalan dengan realisasinya sudah 100 persen
Pekanbaru (ANTARA) - Progres pembebasan lahan proyek Jalan Tol Pekanbaru-Dumai seksi IV yakni ruas Kandis menuju Duri masih tersendat, dengan realisasinya baru mencapai 13 persen.

Anggota Tim Pengadaan Lahan Tol Pekanbaru-Dumai Kementwroan PUPR Eva Monalisa di Pekanbaru, Selasa, menyebutkan pada seksi IV terdapat tumpang tindih pembebasan lahan dengan masyarakat khususnya di kawasan Balai Raja.

Sementara pada seksi V dan VI tidak ada persoalan dengan realisasinya sudah 100 persen.

"Tim apraisal (penaksir harga objek tanah) yang ditunjuk sudah mencoba melakukan musyawarah untuk menghitung ganti rugi dengan uang tapi masyarakat Desa Balai Raja masih belum bersedia berkomunikasi," ucapnya.

Eva menjelaskan lahan di kawasan tersebut juga bersengketa dengan perusahaan, sehingga dirinya meminta masyarakat untuk menempuh jalur hukum untuk memenangi gugatan atas kepemilikan lahan tersebut.

"Lahan ini terindikasi bermasalah dengan perusahaan. Kita minta masyarakat untuk menggugat tapi masyarakat tidak mau, sehingga kami tidak bisa melakukan ganti rugi. Meski begitu, kami tengah berupaya berkomunikasi dengan masyarakat agar proses pembebasan lahan ini bisa diselesaikan," ujarnya.

Sementara itu, Ketua Komisi I DPRD Riau Hazmi Setiadi mengaku telah mendapat laporan perihal pembebasan lahan di seksi IV yang tersendat tersebut.

"Kemarin ada laporan dari masyarakat Desa Balai Raja, kami berharap sengketa lahan masyarakat dengan perusahaan bisa diselesaikan, sehingga pembayaran ganti rugi lahan bisa dilakukan," katanya.

Ia mengatakan masyarakat Desa Balai Raja, Kecamatan Pinggir, Bengkalis, juga mempertanyakan dasar pematokan harga tanah.

Penetapan harga tersebut bervariasi sesuai dengan NJOP, posisi dan kondisi tanah. Harganya mulai dari Rp19 ribu hingga Rp27 ribu per meter persegi.

"Masyarakat memang ada yang tidak puas dengan harga tersebut. Namun penetapannya sudah melalui kajian tim apraisal dan sudah dianggarkan di APBN," jelas Hazmi.

Baca juga: Jalan tol Pekanbaru-Dumai belum bisa digunakan untuk mudik Lebaran
Baca juga: Dukung kelestarian hayati, tol Pekanbaru-Dumai akan dilengkapi lima terowongan perlintasan gajah
Baca juga: Enam perlintasan gajah dibangun di tol Pekanbaru-Dumai

Pewarta: Diana Syafni
Editor: Kelik Dewanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Tiga bulan beroperasi, 35 kasus kecelakaan terjadi di Tol Pekanbaru-Dumai

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar