counter

Harapan Megawati Institute kepada menteri baru soal UMKM

Harapan Megawati Institute kepada menteri baru soal UMKM

Direktur Megawati Institute Arif Budimanta usai menjadi narasumber dalam salah satu acara di Jakarta, Rabu (16/01/2019). (Antara News/Aji Cakti)

UMKM menjadi sangat penting bagi kita untuk menciptakan lapangan pekerjaan yang banyak sekaligus menumbuhkan ekonomi
Jakarta (ANTARA) - Direktur Eksekutif Megawati Institute Arif Budimanta mengatakan menteri baru pemerintahan Jokowi-Ma'ruf Amin harus bisa mendorong sektor usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) menjadi kekuatan ekonomi nasional.

"UMKM menjadi sangat penting bagi kita untuk menciptakan lapangan pekerjaan yang banyak sekaligus menumbuhkan ekonomi, sekaligus juga menciptakan pemerataan," ujar Arif dalam diskusi Usaha Mikro, Kecil dan Menengah: Potensi yang Terabaikan, di Megawati Institut, Jakarta, Jumat.

Arif melihat potensi ekonomi dari sektor UMKM masih diabaikan. Padahal UMKM memberikan kontribusi terhadap PDB serta serapan tenaga kerja yang tinggi dibandingkan dengan perusahan besar.

Berdasarkan riset Megawati Institute, serapan tenaga kerja dari sektor UMKM mencapai 97 persen, sementara total unit usaha mencapai 58 juta pelaku industri. Jumlah itu berbanding terbalik dengan industri besar yang hanya menyerap tiga persennya saja dari serapan tenaga kerja.

"Ini adalah usaha-usaha yang dimiliki dan dijalankan oleh para petani, nelayan, perempuan di pelosok daerah dan semacamnya," kata dia.

Terkonsentrasinya pelaku ekonomi di sektor UMKM tidak serta merta diikuti dengan kucuran kredit yang mencukupi. Dari Rp5.300 triliun total kredit yang dikucurkan oleh bank umum di Indonesia pada 2018, hanya Rp1.000 triliun yang dikucurkan untuk UMKM atau kurang dari 20 persen.

Maka dari itu, menteri pilihan Jokowi perlu berpihak pada sektor pengembangan UMKM. Dengan optimalisasi sumber daya lokal yang melimpah dan penyerapan tenaga kerja, maka Indonesia bisa keluar dari Middle Income Trap atau jebakan pendapatan menengah lima persen.

"Pemerintah sepatutnya menjadikan sektor usaha tersebut sebagai tulang punggung perekonomian nasional dengan beragam terobosan yang tepat. Agar keluar dari jebakan pertumbuhan ekonomi lima persen," kata dia.

Baca juga: Arif Budimanta: kebijakan pemerintah menuju pemerataan kesejahteraan
Baca juga: Ekonom Megawati Institute: infrastruktur dorong pertumbuhan ekonomi

Pewarta: Asep Firmansyah
Editor: Ahmad Wijaya
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Sinergi perdagangan daring dan logistik untuk genjot pertumbuhan ekonomi nasional

Komentar