counter

Departemen Keuangan AS desak Kongres menaikkan pagu utang Federal

Departemen Keuangan AS desak Kongres menaikkan pagu utang Federal

Menteri Keuangan Steven Mnuchin mendesak Kongres untuk menaikkan pagu utang federal sebelum anggota parlemen reses pada Agustus, memperingatkan bahwa kemeterian itu akan kehabisan uangnya pada awal September. (Foto: Reuters)

Berdasarkan proyeksi yang diperbarui, ada skenario di mana kami kehabisan uang tunai pada awal September, sebelum Kongres berkumpul kembali
Washington (ANTARA) - Departemen Keuangan AS pada Jumat (12/7/2019) mendesak Kongres untuk menaikkan pagu utang Federal sebelum anggota parlemen reses pada Agustus, memperingatkan bahwa kementerian itu akan kehabisan uangnya pada awal September.

"Berdasarkan proyeksi yang diperbarui, ada skenario di mana kami kehabisan uang tunai pada awal September, sebelum Kongres berkumpul kembali," kata Menteri Keuangan Steven Mnuchin dalam sebuah surat kepada Ketua DPR Nancy Pelosi.

"Karena itu, saya meminta Kongres meningkatkan pagu utang sebelum Kongres reses musim panas," katanya.

Untuk mencegah negara dari melalaikan kewajibannya karena Kongres berunding tentang peningkatan batas utang, Departemen Keuangan memiliki wewenang untuk melakukan apa yang disebut "tindakan luar biasa" untuk menjaga lembaga-lembaga pemerintah tetap berjalan.

Langkah-langkah itu, menurut penjelasan yang dikeluarkan oleh departemen pada Maret, termasuk menangguhkan penjualan surat berharga yang diterbitkan untuk entitas pemerintah negara bagian dan pemerintah daerah, serta menghentikan investasi baru dan investasi kembali dalam sejumlah dana-dana pemerintah.

Baca juga: Ketua Fed sebut ketegangan perdagangan bebani ekonomi Amerika Serikat

"Karena ada ketidakpastian yang masuk akal dalam memproyeksikan arus kas pemerintah, tidak mungkin untuk mengidentifikasi secara tepat berapa lama tindakan luar biasa akan berlangsung," kata Mnuchin kepada Pelosi dalam surat itu.

Pelosi mengatakan pada Kamis (11/7/2019) bahwa ia "yakin" Kongres akan bertindak berdasarkan pagu utang sebelum anggota parlemen pergi pada 26 Juli untuk masa istirahat enam minggu.

"Saya pribadi yakin bahwa kita harus bertindak pada batas atas dan pagu utang sebelum reses," kata Pelosi kepada wartawan setelah berbicara melalui telepon dengan Mnuchin. "Saya realistis," tambahnya.

Menteri Keuangan mengatakan kepada wartawan bulan lalu bahwa jika Gedung Putih dan Kongres gagal menyetujui rencana pengeluaran, pemerintah akan menawarkan resolusi berkelanjutan untuk menjaga agar pemerintah didanai pada posisi saat ini selama satu tahun.

Berbicara kepada wartawan pada 19 Juni setelah pertemuan antara pejabat Gedung Putih dan pemimpin kongres di kantor Pelosi, Mnuchin juga mengatakan Gedung Putih akan mengusulkan kenaikan pagu utang satu tahun jika jalan buntu antara legislatif dan eksekutif tetap ada.

Baca juga: AS bertekad terus tekan ekonomi Iran

Presiden Donald Trump menandatangani perintah eksekutif pada 9 Februari 2018, menangguhkan batas pinjaman negara hingga 1 Maret 2019, ketika utang nasional melebihi 22 triliun dolar AS.

Pusat Kebijakan Bipartisan, sebuah think tank Washington, Senin (8/7/2019) memperingatkan bahwa Kongres harus menaikkan batas utang federal pada paruh pertama September, jika tidak, "pemerintah federal tidak dapat lagi membayar semua tagihan secara penuh dan tepat waktu."

Sementara itu, Ketua Federal Reserve Jerome Powell juga mengatakan dia tetap "khawatir tentang efek jangka panjang dari utang federal yang tinggi dan naik" terhadap ekonomi AS.

Dia mengatakan kepada anggota parlemen ketika bersaksi di depan Komite Jasa Keuangan DPR pada Rabu (10/7/2019) "penting bahwa Kongres menaikkan pagu utang pada waktu yang tepat sehingga Amerika Serikat terus membayar tagihan kapan dan pada waktunya."

Baca juga: Dolar melemah tertekan data negatif ekonomi AS

 

Pewarta: Apep Suhendar
Editor: Agus Salim
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar