counter

Bila cuaca memburuk, operasi SAR penumpang KM Tidar berhenti sementara

Bila cuaca memburuk, operasi SAR penumpang KM Tidar berhenti sementara

Regu penyelamat dari Kantor SAR Ambon melakukan doa bersama sebelum melanjutkan upaya pencarian dan penyelamatan terhadap La Ode Arham, seorang penumpang KM Tidar yang jatuh di laut sejak Senin, (15/7/2019). Upaya pencarian pada Rabu (17/7 juga melibatkan anggota Polair Polda Maluku untuk bersama-sama mencari korban. (FOTO ANTARA/Daniel Leonard)

Laporan perkembangan cuaca dari BMKG selalu dipantau dan dikoordinasikan, namun terkadang situasi di lokasi tidak sesuai sehingga bila kondisi tidak bisa diatasi maka operasi dihentikan sementara
Ambon (ANTARA) - Kepala Kantor SAR Ambon, Provinsi Maluku, Muslimin mengatakan, operasi SAR guna mencari satu penumpang KM Tidar yang terjatuh di laut sejak Senin, (15/7)  bisa dihentikan sementara waktu bila kondisi cuaca semakin memburuk.

"Laporan perkembangan cuaca dari BMKG selalu dipantau dan dikoordinasikan, namun terkadang situasi di lokasi tidak sesuai sehingga operasi SAR hari kedua tetap dilakukan dan bila kondisi tidak bisa diatasi maka operasi dihentikan sementara," katanya di Ambon, Rabu.

Muslimin saat dikonfirmasi terkait adanya tiupan angin kencang disertai hujan yang mengguyur Pulau Ambon dan sekitarnya sejak Selasa (16/7) malam membenarkan hingga Rabu siang ini masih terus berlangsung.
Kepala Kantor Basarnas Ambon, Muslimin menyerahkan cenderamata kepada Sekda Kabupaten Seram Bagian Timur, Syarif Mansur pada kegiatan pelatihan potensi SAR di Bula, Ibu Kota Kabupaten Seram Bagian Timur. (22/4) (FOTO ANTARA/Daniel Leonard)


Sementara tim SAR gabungan dari unsur Kantor SAR Ambon serta Polair Polda Polda Maluku telah melakukan upaya pencarian terhadap La Ode Arham, seorang penumpang KM Tidar yang terjatuh saat berupaya menyelamatkan seorang pemuda diduga stres yang ingin bunuh diri dengan cara melompat ke laut.

Keduanya terjatuh di sekitar perairan Pulau Tiga menuju Tanjung Alang sekitar pukul 14:00 WIT, ketika kapal milik PT. Pelni itu sedang berlayar dari Pelabuhan Namlea, Kabupaten Buru menuju Pelabuhan Yos Sudarso Ambon.

Saat terjatuh di laut, kapal tersebut memutar haluan menuju lokasi kejadian dan mencari kedua korban tersebut selama dua jam, namun hanya ditemukan jasad pria diduga stres sudah dalam kondisi meninggal dunia, sedangkan Arham sampai sekarang belum ditemukan.

"Meski pun cuacanya kurang bersahabat namun itu sudah menjadi tugas kami dan semoga hari ini cuaca bisa bersahabat dengan tim SAR gabungan yang sementara melakukan upaya pencarian," katanya.

Ia menjelaskan tim SAR hari ini menggunakan Kapal Negara (KN) SAR Abimanyu untuk memperlebar wilayah pencarian, mulai dari seputaran pesisir Tanjung Sial, Waiputi, Lauma, dan Kasuari sampai ke perairan Pulau Buru meski dalam kondisi hujan dan gelap akibat kabut tebal.

"Wilayah pencarian diperluas karena sesuai 'SAR maps', posisi korban diduga telah menjauh lebih ke sebelah barat arah Namlea, Kabupaten Buru akibat pergerakan arus," demikian Muslimin.


Baca juga: Empat nelayan Ambon dilaporkan hilang dua ditemukan

Baca juga: SAR Ambon cari kapal hilang di Maluku Tengah

Baca juga: Nelayan Ambon yang hilang ditemukan dalam kondisi lemas

Basarnas Resmikan KN Abimanyu 235

Pewarta: Daniel Leonard
Editor: Andi Jauhary
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar