counter

Info Haji

Kemenag sebut pengurusan visa jamaah yang tertunda sudah tuntas

Kemenag sebut pengurusan visa jamaah yang tertunda sudah tuntas

Calon haji asal Kota Kediri, Jawa Timur, dengan keluarga sebelum berangkat menuju Asrama Haji Sukolilo, Surabaya, Kamis (18/7). Jumlah jamaah calon haji asal Kota Kediri yang berangkat pada musim haji 2019 adalah 262 orang yang tergabung dalam kloter 39, satu kloter dengan Kota Surabaya. Foto Antara Jatim/ Asmaul Chusna

Kediri (ANTARA) - Kementerian Agama Kota Kediri, Jawa Timur, mengakui visa dari tujuh  calon haji asal Kota Kediri, sempat tertunda penyelesaiannya sehingga keberangkatan mereka hampir tertunda.

"Kemarin ada tujuh calhaj yang visanya belum turun, sehingga semula tidak bisa berangkat. Pagi tadi visa sudah turun dan alhamdulillah tujuh  sudah bisa berangkat," kata Kepala Kementerian Agama Kota Kediri Muchdor di Kediri, Kamis sore.

Ia mengatakan, total jamaah calon haji asal Kota Kediri yang berangkat adalah 262 orang yang tergabung dalam kloter 39, satu kloter dengan Kota Surabaya. Mereka semua diberangkatkan di Aula Muktamar Pondok Pesantren Lirboyo, Kota Kediri pada Kamis, menuju Asrama Haji Sukolilo, Surabaya dan akan diterbangkan ke Tanah Suci pada Jumat (19/7) sekitar pukul 22.00 WIB.

Dari jamaah calon haji asal Kota Kediri, diketahui calon haji yang tertua bernama Kolil (80), warga Desa Sidomulyo, Kecamatan Semen, Kabupaten Kediri dan yang termuda adalah M Najimul Ihsan (32), warga Kelurahan Lirboyo, Kota Kediri.

Ia berharap, seluruh jamaah diberi kesehatan serta kelancaran dalam menjalankan ibadah di Tanah Suci dan semuanya bisa kembali lagi ke Tanah Air dalam keadaan sehat.

Sementara itu, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kota Kediri Alfan Sugiyanto mengatakan dinas kesehatan sudah menugaskan dua orang staf untuk mengurusi tentang kesehatan calon haji asal Kota Kediri.

"Ada dua staf yang ikut mengurusi haji, yang ini plus dengan P3K ada tiga. Untuk obat-obatan sudah disiapkan oleh tim kesehatan haji," kata dia.

Kendati obat sudah disiapkan tim kesehatan haji, pihaknya juga meminta agar petugas selalu memantau kesehatan calon haji. Terlebih lagi, cuaca di Tanah Suci panas.

"Kemarin ada dua calon haji yang risiko, karena anemia dan alhamdulillah ini bisa berangkat. Karena cuaca sangat panas, kami minta agar tetap mengonsumsi minum delapan gelas per hari, kecuali jamaah yang ada sakit jantung, ginjal itu kan konsumsi minumnya dibatasi," kata dia.

Sementara itu, proses pemberangkatan jamaah calon haji dilakukan di halaman aula muktamar PP Lirboyo, Kota Kediri. Kegiatan itu dihadiri Pengasuh PP Lirboyo, Kota Kediri, sejumlah tokoh agama, tokoh masyarakat dari Kota Kediri.

Sedangkan, keluarga yang mengantarkan para calon haji itu juga tidak semua bisa masuk ke dalam aula, sedangkan yang lainnya menunggu di luar aula. Petugas Kementerian Agama Kota Kediri membatasi jumlah pengantar, demi arus lalu lintas agar lancar.

Setelah proses seremoni dan doa bersama selesai,  jamaah calon haji akhirnya diberangkatkan dari aula muktamar. (*)

Pewarta: Asmaul Chusna
Editor: Triono Subagyo
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar