counter

PT KBS tambah dua dermaga, tingkatkan pelayanan pada konsumen

PT KBS tambah dua dermaga, tingkatkan pelayanan  pada konsumen

Dua dermaga baru PT Krakatau Bandar Samudera, yaitu dengan kapasitas 3,5 juta ton, sehingga total kapasitas bongkar muat Pelabuhan Cigading menjadi 25 juta ton per tahun. (Foto Humas PT KS)

Dermaga 7.1 dan 7.2 merupakan bagian terminal umum yang dibangun untuk melayani kargo barang curah dan general kargo
Cilegon (ANTARA) - PT Krakatau Bandar Samudera (KBS) sebagai operator Pelabuhan Cigading di Cilegon, Banten telah menyelesaikan dua dermaga baru yaitu dermaga 7.1 dan 7.2 dengan kapasitas 3,5 juta ton, sehingga total kapasitas bongkar muat Pelabuhan Cigading menjadi 25 juta ton per tahun, dan menjadikan Pelabuhan Cigading sebagai pelabuhan curah kering terbesar di Indonesia.

Direktur Utama PT KBS, Alugoro Mulyowahyudi dalam keterangan tertulisnya, Rabu, menyampaikan dermaga baru tersebut akan menjadi terminal umum yang dapat disandari kapal berbobot 70.000 DWT (panamax vessel).

“Dermaga 7.1 dan 7.2 merupakan bagian terminal umum yang dibangun untuk melayani kargo barang curah dan general kargo” ujar Alugoro.

Dua dermaga baru tersebut sepanjang 350 x 25 meter dibangun oleh PT Istaka Karya (Persero) dengan pipa pancang dari PT KHI Pipe Industries (anak perusahaan PT Krakatau Steel (Persero) Tbk), di atasnya dilengkapi dengan empat unit DLLC (Double Level Luffting Crane) dengan tipe jib crane, yang masing-masing unit memberikan andil discharging rate (kecepatan bongkar) 750 ton per jam.

“Dengan crane yang baru ini, bongkar muat bisa lebih cepat, throughput bertambah dan kepuasan customer meningkat ” tambah Alugoro.

Dermaga 7.1 dan 7.2 ini akan menambah jumlah slot dermaga PT KBS menjadi 17 dermaga. PT KBS juga menambah anak perusahaan menjadi 4 anak perusahaan.

“Penambahan 2 jetty baru dan 3 anak perusahaan di bidang logistik untuk mewujudkan visi KBS menjadi Port Centric Integrated Logistics Company yang menerapkan konsep Green & Smart Port” ujar Alugoro.

Alugoro menyampaikan apresiasinya kepada Karyawan PT KBS atas perolehan kinerja perusahaan yang baik.

“Pendapatan semester I 2019 mencapai Rp704 miliar naik 44 persen dari periode yg sama tahun yang lalu. Sedangkan laba bersih semester I sebesar Rp100,4 miliar atau meningkat 35 persen dari tahun sebelumnya. Perolehan ini harus kita kawal untuk dipertahankan” katanya.

Direktur Utama PT Krakatau Steel (Persero) Tbk ( PT KS), Silmy Karim, menyampaikan bahwa pembangunan dermaga ini merupakan bagian dari strategi usaha PT KS dalam mendukung berkembangnya anak usaha.

“Inisiatif ini akan meningkatkan performance PTKS secara konsolidasi dan mendukung bisnis inti dari PTKS,” katanya.

PT KBS didirikan sejak 1996, anak usaha PT Krakatau Steel (Persero) Tbk. PT KBS merupakan operator Pelabuhan Cigading yang merupakan terminal umum jasa kepelabuhanan untuk menangani segala jenis kargo baik curah kering, curah cair dan general cargo dan memperoleh konsesi dari pemerintah sejak 2016.

Sejalan dengan meningkatnya kegiatan ekspor impor barang melalui laut, maka sarana dan prasarana terus dikembangkan, meliputi dermaga, ship unloader (Crane), conveyor maupun pergudangan.

Saat ini PT KBS memiliki empat anak perusahaan yaitu PT Krakatau Argo Logistik, PT Krakatau Jasa Logistik, PT Multi Sentana Baja, dan PT Wahana Sentana Baja.
Dua dermaga baru PT Krakatau Bandar Samudera, yaitu dengan kapasitas 3,5 juta ton, sehingga total kapasitas bongkar muat Pelabuhan Cigading menjadi 25 juta ton per tahun. (Foto Humas PT KS)


Baca juga: Wapres: Industri nasional kalah saing soal teknologi

Baca juga: PGN dan Krakatau Steel jalin kerja sama pengembangan energi



 

Pewarta: Sambas
Editor: Ahmad Buchori
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Pemuda Cilegon sesalkan OTT Direktur PT KS

Komentar