Ekosistem Lingkungan Indonesia Tidak Seimbang

Minggu, 8 Februari 2009 17:25 WIB | 2023 Views

Berita Terkait
Galeri Terkait
Pasuruan (ANTARA News) - Menteri Kehutanan MS Kaban di Pasuruan, Jatim,Minggu (8/2) mengungkapkan, ekosistem lingkungan Indonesia kini dalam kondisi tidak imbang.
Sekitar 30 juta hektar hutan Indonesia kini kritis, sedangkan yang ditanami baru sekitar 2,1 juta hektar atau sekitar 10%-nya.

"Penanam hutan kritis seluas sekitar 2,1 juta hektar itupun membutuhkan waktu sekitar 5 tahun," kata MS Kaban.

Dengan demikian, untuk menanami kembali sisa hutan kritis yang masih sekitar 27 juta hektar dibutuhkan kerja keras semua fihak.

"Kita masih perlu kerja keras dengan melibatkan masyarakat," kata MS Kaban.

Ia menegaskan, gerakan penanaman kembali hutan kritis bukan semata tgas pemerintah semataa, tapi juga tanggung jawab seluruh lapisan masyarakat.

MS kaban juga menagungkapkan, kerusakan lingkungan mengakibatkan banjir dan longsor pada musim hujan, serta kekertingan pada musim kemarau.

Untuk mengembalikan ekosistem lingkungan, lanjut Kaban, dibutuhkan penanganan secara menyuluruh oleh semua fihak baik mulai kawasan hulu hingga kawasan hilir.

MS Kaban juga mengungkapkan, untuk mengembalikan ekosistem yang seimbang diperlukan upaya membangun
keasadaran masyarakat.Bahwa pemabngunan lingkungan adalah tugas kita semua,? kata MS Kaban.
Kedasaran masyarakat itu, kata Kaban, adalah melakukan gerakan menanam pohon di semua tempat.

Diakui gerakan menanam pohon tidak bisa segera dinikmati secara instan, tapi butuh proses waktu, tapi yang pasti langkah yang dilakukannya tersebut akan membawa hasil di masa depan.

MS Kaban di Pasuruan menanam pohon durian di kompleks Pondok Pesantren As Sholach Kejeron, Bayeman, Gondangwetan, Pasuruan.
(*)

Editor: Ruslan Burhani

COPYRIGHT © 2009

Ikuti berita terkini di handphone anda di m.antaranews.com

Komentar Pembaca
Kirim Komentar

Hujan es cenderung terjadi pada peralihan musim

Hujan es cenderung terjadi pada peralihan musimHujan es yang terjadi di Kebun Jeruk Jakarta Barat pada Selasa (22/4) merupakan fenomena alam yang cenderung terjadi ...

Tapir terjebak di sumur berhasil diselamatkan

Tapir terjebak di sumur berhasil diselamatkanSejumlah warga Desa Penarik Kabupaten Mukomuko, Bengkulu, menyelamatkan seekor tapir (tapirus indicus) yang terjebak ...

LIPI: masyarakat belum paham konservasi Pulau Pombo

LIPI: masyarakat belum paham konservasi Pulau PomboPeneliti Balai Konservasi Biota Laut (BKBL) LIPI Ambon mengatakan bahwa masyarakat belum memahami tentang perlindungan ...