Bekasi (ANTARA News) - Aparat Densus 88 Polri, Kamis, menangkap seorang pria warga Kelurahan Margahayu, Bekasi Timur, Kota Bekasi, yang diduga sebagai perakit bom buku yang dikirimkan ke sejumlah alamat di Jakarta beberapa waktu lalu.

Menurut keterangan warga setempat, pria itu bernama Toge alias Alwih (30), ditangkap Densus 88 sekitar pukul 06.00 WIB saat tengah menjalani aktivitasnya sebagai tukang ojek di sekitar pasar Margahayu.

Alwih merupakan warga keturunan China yang tinggal bersama istri dan kedua anaknya di Kampung Rawa Semut, RT 06 RW 11 Margahayu, Bekasi Timur.

"Saya melihat Alwih dipepet polisi berseragam preman saat naik motor melewati pasar kaget di jalan raya Margahayu sekitar pukul 06.00 WIB. Alwih dipepet dengan mobil, kemudian jatuh dan langsung dibawa pakai mobil," kata salah satu rekan Alwih, Acil (21).

Salah seorang warga yang juga bertugas sebagai tenaga keamanan lingkungan Mitra Jaya 0507 di kampung Rawa Semut , Rusli Alamsyah (47 tahun), mengungkapkan bahwa Alwih sebenarnya sudah diincar polisi sejak Rabu (20/4) malam.

"Dia diduga sebagai perakit bom buku yang dikirimkan ke KBR 68H, di Rumah Ahmad Dani, Yapto, dan lain sebagainya pada bulan Maret lalu. Saat ini, Alwih sudah dibawa ke Mabes Polri di Jakarta," katanya.

Menurut keterangan warga setempat, Alwih memiliki kepribadian yang tertutup. Kesehariannya menjadi tukang ojek, profesi yang dijalaninya sejak tiga tahun lalu. Sedangkan istrinya, Ani, berjualan pulsa di rumah kontrakannya yang bernama "Tsabit Cell".

Alwih baru menjadi mualaf sebelum menikahi Ani, warga Majalengka. "Kira-kira dia menjadi mualaf sekitar tahun 2005," kata Ketua RT 04, Suganda.

Sebelum mengontrak di RT 06, Alwih adalah warga RT 04. Sejak kecil dia tinggal di RT04 bersama orang tuanya. Alwih adalah satu-satunya anggota keluarga yang beragama Islam.

Ayah Alwih, yang bernama Languat atau yang dikenal dengan nama Lukman tidak dapat dimintai keterangan karena sedang pergi melayat ke rumah saudaranya.

(ANTARA/S026)

Editor: Suryanto
Copyright © ANTARA 2011