Jumat, 28 November 2014

Tentara Inggris di Afghanistan hingga 2015

| 2.956 Views
id afghanistan, taliban, tentara inggris, nato, inggris-afghanistan, Menteri Pertahanan, Philip Hammond
Tentara Inggris di Afghanistan hingga 2015
ilustrasi Personil keamanan luar negeri memeriksa lokasi serangan bom bunuh diri di Kabul, Afghanistan, Rabu (21/11). (REUTERS/Omar Sobhani)
London (ANTARA News) - Beberapa tentara Inggris akan tinggal di Afghanistan hingga 2015 untuk memastikan kepulangan pasukan negara itu dikelola dengan baik, kata Menteri Pertahanan Philip Hammond pada Selasa.

Gerakan tempur dijadwalkan selesai pada akhir 2014, tapi akhir tugas akan diperpanjang untuk selama-lamanya sembilan bulan bagi "sejumlah cukup kecil tentara", kata Hammond kepada parlemen.

Pasukan Inggris pada saat ini bertugas sekitar enam bulan di Afghanistan, tapi yang ditempatkan pada Oktober ini akan bertugas delapan bulan.

Hammond mengatakan, "Alasan keputusan itu jelas dan didasarkan atas saran komandan tentara."

Ia menyatakan salah satu alasannya adalah untuk "lebih menyelaraskan tugas akhir dengan tonggak kunci dalam peralihan saat pemilihan presiden Afghanistan pada musim semi 2014".

Perputaran Enam bulan pasukan Inggris itu akan bertepatan dengan pemilihan umum tersebut.

Hammond menyatakan memperpanjang tugas itu juga akan menghapus kebutuhan melatih dan menempatkan pasukan lain untuk menutup dua bulan terakhir 2014.

Langkah itu berarti hanya dua brigade diperlukan sebelum pasukan Inggris mundur pada 2015.

Beberapa ratus tentara akan tetap di propinsi Helmand di Afghanistan selatan pada 2015 setelah gerakan tempur berakhir untuk menyelesaikan pemulangan peralatan berharga ke Inggris.

Perdana Menteri David Cameron menyatakan pasukan Inggris di Afghanistan akan dikurangi dari puncaknya 9.500 tentara menjadi sekitar 5.200 pada akhir tahun ini.

Hammond kepada parlemen menyatakan jumlah tentara akan sekitar 7.900 pada akhir bulan ini.

Pasukan Inggris bermarkas di Helmand sejak perang dimulai pada 2001.

Sejumlah 444 tentara Inggris kehilangan nyawa, terutama dalam serangan melibatkan peledak rakitan (IED) Taliban, tapi jumlah kematian menurun pada tahun ini.

Pasukan Inggris itu berada di antara sekitar 100.000 tentara persekutuan pertahanan Atlantik utara NATO pimpinan Amerika Serikat untuk memerangi Taliban di Afghanistan lebih dari satu dasawarsa belakangan.

Meskipun kekacauan tak kunjung reda, pasukan asing berupaya mengalihkan kendali keamanan kepada pasukan Afghanisatan dengan menarik pasukan tempur mereka pada akhir 2014, demikian AFP.

(B002/Z002) 

Editor: Ruslan Burhani

COPYRIGHT © ANTARA 2013

Komentar Pembaca
Baca Juga