Jakarta (ANTARA News) - Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan pemerintah akan menawarkan proyek pembangunan Transit Oriented Development (TOD), stasiun LRT Jabodebek terintegrasi, ke swasta.

Di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman Jakarta, Senin, ia mengatakan bahwa berdasarkan hasil konsultasi dengan PricewaterhouseCoopers (PwC) proyek kereta ringan itu tidak harus sepenuhnya dibiayai negara namun bisa melibatkan swasta.

Ia menyebut salah satu potensi yang bisa dikembangkan swasta adalah proyek pengembangan TOD, yang konsepnya menggabungkan tata kota dengan angkutan massal.

"Kami memikirkan agar swasta dilibatkan lebih banyak sehingga TOD itu akan dibuat semacam ToR (Terms of Reference) lelang kepada swasta," ujarnya.

Budi menjelaskan pula bahwa PT KAI sebagai operator dan investor proyek LRT Jabodebek mengusulkan rute kereta ringan diperpanjang hingga Bogor.

Akses LRT Jabodebek, menurut dia, akan menjadi daya tarik tersendiri bagi pengembang.

"Sampai Bogor ini kita harap juga biayanya bisa lebih murah. Kita ingin swasta sharing (berbagi) karena mereka akan mendapat manfaat aksesibilitas bagus," katanya.

Direktur Utama PT Adhi Karya (Persero) Tbk Budi Harto memastikan swasta akan dilibatkan dalam pembangunan TOD LRT Jabodebek.

Budi mengatakan lelang proyek pembangunan di area seluas 50 hektare tersebut akan segera dilakukan. "Belum ada yang mau melamar tapi akan segera ditenderkan," katanya.


Pewarta: Ade Irma Junida
Editor: Maryati
Copyright © ANTARA 2017